Distan Gianyar melaksanakan edukasi kepada masyarakat Desa Lebih menanamkan pemahaman bahaya rabies.(BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Masalah rabies kini tidak lagi dipandang hanya sebagai isu kesehatan hewan, melainkan faktor krusial yang menentukan keselamatan masyarakat serta keberlangsungan citra pariwisata daerah.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala UPTD Puskeswan III Kabupaten Gianyar (Wilayah Kerja Kecamatan Gianyar, Blahbatuh & Sukawati), drh. I Nyoman Arya Dharma, seizin Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Wayan Suarta Jumat (8/5).

Sebagai dokter hewan sekaligus putra daerah Banjar Kesian, Desa Lebih, drh. Arya Dharma yang juga tergabung dalam Tim Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Siaga Rabies Desa Lebih, menekankan bahwa penanganan rabies harus dilakukan secara ilmiah, cepat, dan terukur.

Baca juga:  Cakupan Vaksinasi Jadi Syarat Turun Level PPKM

“Rabies menyangkut keselamatan manusia dan ketertiban lingkungan. Penanganannya harus berkesinambungan melalui kolaborasi seluruh komponen masyarakat,” ujar drh. Arya.

Menurutnya, edukasi merupakan kunci utama dalam memutus rantai penyebaran virus mematikan ini. Masyarakat diharapkan memiliki kesadaran kolektif untuk melakukan vaksinasi rutin, sterilisasi, serta tidak membuang anjing sembarangan. Pemeliharaan hewan yang bertanggung jawab merupakan bentuk nyata kepedulian warga terhadap keamanan desanya sendiri.

Lebih lanjut, drh. Arya mengajak generasi muda, pelaku usaha, hingga komunitas pecinta hewan di Desa Lebih untuk bersinergi menjaga kawasan Pantai Lebih agar tetap AMAN (Aman, Bersih, Sehat, dan Nyaman). “Pariwisata yang baik hanya bisa tumbuh dari lingkungan yang tertib dan sehat. Kita harus memberikan rasa aman, baik bagi krama desa maupun wisatawan yang berkunjung ke Pantai Lebih,” tambahnya.

Baca juga:  Dari 6 Positif COVID-19 Terbaru, Mayoritas Merupakan Naker Migran dari 2 Negara Ini

Melalui Gerakan Desa Siaga Rabies, Desa Lebih diharapkan mampu mendorong langkah-langkah konkret. Vaksinasi rabies massal dilakukan secara rutin dan menyeluruh. Pendataan hewan, pengawasan ketat terhadap populasi anjing peliharaan. Sterilisasi guna menekan lonjakan populasi anjing liar di lingkungan desa. Edukasi dini menanamkan pemahaman bahaya rabies sejak usia dini. Penanganan sigap terhadap setiap kasus gigitan hewan penular rabies.

Ditegaskannya, gerakan ini menjadi krusial mengingat rabies merupakan ancaman terhadap citra pariwisata Gianyar. Dengan kolaborasi lintas sektor, diharapkan Desa Lebih dapat menjadi role model dalam menciptakan lingkungan yang bebas rabies dan ramah wisatawan. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Lahan di Pura Bukit Kursi Terbakar

 

BAGIKAN