Kariyasa Adnyana. (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Banjir yang kerap berulang di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng kembali menuai sorotan. Anggota Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, menilai musibah yang terjadi hampir setiap tahun itu kuat dipengaruhi alih fungsi lahan di wilayah hulu.

Ditemui Jumat (23/1), politisi asal Busungbiu, Buleleng ini mengatakan, banjir di Pancasari bukan persoalan baru. Bahkan, peristiwa serupa sudah terjadi sejak dirinya masih duduk di DPRD Bali. Upaya perbaikan drainase pun, kata Kariyasa, pernah dilakukan pemerintah. Namun, banjir tetap saja berulang.

Baca juga:  Komposisi Ketua Dan Wakil Ketua Setiap Komisi Disetujui Paripurna DPR RI

“Tentu ini harus dikaji lagi, penyebabnya apa. Tapi kami melihat, ini karena ada alih vegetasi. Di hulu semestinya tanaman keras. Sekarang beralih jadi tanaman sayur dan bunga yang tidak bisa menahan air. Sedimentasi jadi cepat turun,” jelasnya.

Kariyasa menegaskan, langkah mitigasi harus segera dilakukan, salah satunya dengan mengembalikan fungsi lahan sesuai tata ruang. Ia mengingatkan, kawasan hulu semestinya memiliki aturan ketat agar tidak terjadi perubahan fungsi yang memicu limpasan air saat hujan deras.

Baca juga:  Libatkan 2 Universitas, KPU Bali Riset Perilaku Pemilih Pilkada Bali 2024

“Saya ingat waktu di Pansus Tata Ruang, kawasan hulu tidak boleh alih fungsi. Jangankan alih fungsi jadi bangunan, alih vegetasi saja tidak boleh. Kalau di puncak terjadi hujan, otomatis akan terjadi banjir. Kami mendorong adanya mitigasi,” tegasnya.

Selain peran pemerintah, Kariyasa juga mendorong pemerintah desa dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Ia menyebut, curah hujan saat ini cenderung meningkat karena Indonesia sedang dikepung tiga siklon, sehingga risiko banjir dan bencana turunan lain bisa lebih besar.

Baca juga:  Ribuan Peserta Hadiri Webinar "UMKM Bangkit Bersama Bank BPD Bali"

“Desa harus siaga dan tanggap bencana. Kondisi curah hujan tinggi ini diperkirakan terjadi hingga Februari mendatang,” pungkasnya. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN