Kasus ulahpati dan TKP-nya di wilayah Banjar Sigaran, Desa Mekar Buana, Kecamatan Abiansemal. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Awal tahun ini, dua kasus ulahpati terjadi masing-masing di Jembatan Tukad Bangkung, Petang dan wilayah Banjar Sigaran, Desa Mekar Buana, Kecamatan Abiansemal. Motif terjadinya kasus bunuh diri tersebut karena masalah pribadi. Untuk mengantisipasi tidak terjadinya kasus yang sama, perlu adanya saling peduli terutama di lingkungan keluarga.

Seperti disampaikan Kapolsek Abiansemal, Kompol Nyoman Karang Adiputra, Senin (5/1). Pihaknya telah melakukan upaya pencegahan dengan sosialisasi ke masyarakat melalui Bhabinkamtibmas. “Kami menyosialisasikan ke seluruh warga agar saling peduli terhadap keluarga. Dengan demikian apabila ada permasalahan pribadi bisa terbuka kepada keluarga agar bisa dicarikan solusi,” ujarnya.

Baca juga:  Pembunuhan di Tojan, Keluarga Korban Datangi Mapolres Gianyar Minta Keadilan

Selain itu, pihaknya mengimbau masyarakat selalu mengisi waktu luang dengan kegiatan-kegiatan positif. Banyak hal yang bisa dilakukan, diantaranya berolahraga maupun mengikuti kegiatan kesenian. Mantan Kapolsek Kuta Selatan ini berharap kasus tersebut tidak terjadi lagi. “Kalau melihat ada keluarga atau kerabatnya berprilaku mencurigakan, segera informasikan ke pihak kepolisian atau instansi terkait,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Petang, AKP Nyoman Arnaya mengatakan korban ulahpati yang selama ini terjadi di Jembatan Tukad Bangkung berasal dari luar Kecamatan Petang. Ia berharap dengan dipasangnya terali jaring kawat di sana, kasus bunuh diri bisa dicegah.

Baca juga:  Wakil UE Nilai Menlu Rusia Tak Hormati Pertemuan G20

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti mengatakan upaya antisipasi telah dilakukan. Polres Badung dan polsek jajaran terus melakukan berbagai langkah preventif dalam mengantisipasi kasus bunuh diri. Upaya tersebut yakni meningkatan patroli dan monitoring, khususnya di titik-titik rawan, termasuk kawasan jembatan Tukad Bangkung dan lokasi sejenis. Melakukan pendekatan humanis melalui Bhabinkamtibmas di setiap desa.

“Kami juga melakukan pendekatan secara personal kepada masyarakat, termasuk deteksi dini terhadap individu yang mengalami tekanan mental atau masalah sosial,” tegasnya.

Baca juga:  Beragam Masalah Ancam Bali

Pihaknya juga bersinergi dengan desa adat, desa dinas, tokoh masyarakat, dinas sosial serta puskesmas untuk mengedukasi dan memberikan perhatian terhadap kesehatan mental masyarakat. “Melalui pertemuan dengan warga, forum-forum kemasyarakatan dan media massa, kami mengimbau pentingnya kepedulian terhadap sesama. Selain itu pentingnya mencari bantuan profesional jika menghadapi masalah psikologis,” tutupnya. (Kertanegara/balipost)

BAGIKAN