
MANGUPURA, BALIPOST.com – Tiga hari lalu, tepatnya Jumat (2/1), seorang pemuda berinisial MKA ditemukan tak bernyawa di bawah Jembatan Tukad Bangkung, Petang, Badung. Ia diduga mengakhiri hidup karena meninggalkan pesan WhatsApp di HP-nya berisi permintaan maaf kepada orangtuanya.
Pada Senin (5/1), tragedi nyaris kembali terjadi di lokasi yang sama. Untungnya, polisi berhasil menggagalkan upaya ulahpati (mengakhiri hidup) yang dilakukan remaja berinisial KM (19).
Berdasarkan informasi dihimpun, peristiwa percobaan ulahpati ini dilakukan sekitar pukul 21.00 WITA. Tindakan nekat remaja asal Karangasem tersebut berhasil digagalkan personel Polsek Petang.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Petang AKP Nyoman Arnaya membenarkan adanya kejadian itu. Menurut AKP Arnaya, berawal personel Polres Bandara Ngurah Rai menelepon Polsek Petang dan menginformasikan ada yang mau bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung.
“Informasi ada seorang perempuan menelepon call center Polri 110 dan menyampaikan ada yang mau bundir (bunuh diri),” jelasnya.
Setelah menerima informasi itu, Tim Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Petang dan Bhabinkamtibmas setempat bergerak cepat melakukan penyisiran. Akhirnya KM ditemukan saat berada di TKP dan langsung diamankan.
Rencana KM ulahpati berhasil digagalkan. Selanjutnya KM dibawa ke Polsek Petang.
“Dari pengakuan yang bersangkutan (KM) sedang putus cinta,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)










