Anggota Polsek Peyang mengecek rekaman CCTV di seputaran Jembatan Tukad Bangkung. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Polsek Petang meningkatkan kesiagaan di seputaran Jembatan Tukad Bangkung mencegah tragedi ulahpati (mengakhiri hidup) berulang. Pasalnya pria asal Buleleng berinisial MS (59) menyatakan niatnya untuk melakukan ulahpati di jembatan tersebut pada keluarganya.

Hal itu membuat keluarganya panik dan melapor ke pihak kepolisian, Selasa (6/1). Pukul 20.50 Wita polisi dapat informasi jika MS sudah pulang dalam kondisi selamat.

“Laporan hal itu baru kami terima dari masyarakat,” kata Kapolsek Petang AKP Nyoman Arnaya.

Baca juga:  FBP, Lalin ke Jembatan Tukad Bangkung Direkayasa

AKP Arnaya menjelaskan pihaknya menerima laporan orang meninggal rumah yaitu MS. MS pergi dari tempat tinggalnya pukul 11.00 Wita. Keterangan istrinya, LS, MS sempat menyampaikan mau bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung, Petang. Setelah itu MS belum balik ke tempat tinggalnya.

“Setelah menerima adanya laporan itu, kami langsung melakukan pengecekan baik melalui monitor CCTV dan ke jembatan. Sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda yang bersangkutan di sana,” tegasnya.

Baca juga:  Warga Kaget, Ada Mayat Tergantung di Jembatan Tukad Bangkung

Terkait penyebab MS ingin ulahpati, menurut Kapolsek Arnaya diduga karena ada masalah keluarga.

Seperti diberitakan kasus percobaan ulahpati di Jembatan Tukad Bangkung, Petang, dalam dua hari terakhir kembali terjadi. Ada dua kasus berhasil digagalkan oleh anggota Polsek Petang.

Seorang pria berinisial KM (19) hendak ulahpati di jembatan tersebut, Senin (5/1) pukul 21.00 WITA. Sedangkan GJS (32) hendak ulahpati di TKP sama, Selasa (6/1). (Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Waspadai Hujan di 8 Kabupaten/Kota, Cek Prakiraan Cuaca Bali 10 Desember 2025
BAGIKAN