Polisi melakukan negosiasi dengan pria yang hendak bundir di Jembatan Sangket-Sambangan (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Seorang pria muda diduga berupaya mengakhiri hidup (ulahpati) di Jembatan Sangket–Sambangan, Desa Sambangan, Kabupaten Buleleng, Selasa (27/1). Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 WITA.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, personel piket Polsek Sukasada segera mendatangi lokasi kejadian. “Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati seorang laki-laki berada di tepi jembatan dalam kondisi emosional,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz.

Baca juga:  Buleleng Bangun Tower Transmisi TV di Pagayaman, Lahan 20 Are Dibebaskan

Pria tersebut diketahui berinisial KBD (22), warga Perumahan Griya Sambangan Blok 1, Banjar Babakan, Desa Sambangan. Berdasarkan data kepolisian, yang bersangkutan tidak memiliki pekerjaan tetap dan diduga mengalami depresi.

Petugas kemudian melakukan pendekatan persuasif dan humanis dengan berupaya menenangkan korban serta mengajaknya berkomunikasi untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi. Namun, korban enggan memberikan keterangan dan hanya menyebutkan alamat tempat tinggalnya.

“Personel terus melakukan pendekatan selama kurang lebih 40 menit. Karena kondisi korban tidak kunjung stabil dan demi mencegah terjadinya hal-hal yang membahayakan, petugas mengambil langkah tegas dengan menjauhkan korban dari lokasi,” jelas Yohana.

Baca juga:  Bali Tuan Rumah WWF 2024, Gubernur Koster Bersyukur dan Sambut Baik

Setelah berhasil diamankan, korban selanjutnya diantar pulang ke rumahnya dan diserahkan kepada pihak keluarga. Korban diterima paman sekaligus wali korban sejak bayi, karena kedua orangtua kandung korban telah meninggal dunia.

Menurut pihak keluarga, mereka tidak mengetahui permasalahan yang sedang dialami korban. Polisi pun memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut serta mengimbau keluarga agar meningkatkan pengawasan dan memberikan pendampingan, khususnya dukungan psikologis, kepada korban.

Baca juga:  Perlu 28 Jam, Jenazah Pendaki di Gunung Agung Akhirnya Berhasil Dievakuasi ke Bawah

“Korban sudah dserahkan langsung ke pihak keluarga. Kota juga berikan pembinaan ke yang berdangkutan,” tutup Yohana. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN