Aparat melakukan olah TKP di Mekar Bhuana, Sabtu (3/1). (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kasus mengakhiri hidup kembali terjadi di wilayah Badung. Tiga hari setelah kejadian di Jembatan Tukad Bangkung, Petang, kasus serupa terjadi di Desa Mekar Bhuana, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (3/1).

Korbannya berinisial IWBP (27), ditemukan meninggal di pohon alpukat. Awalnya pemuda itu pamit beli rokok ke warung. Korban meninggalkan surat wasiat dan memilih mengakhiri hidup karena masalah asmara yang tidak dapat diselesaikan.

Baca juga:  Anggara Kasih Medangsia, Pura Uluwatu Gelar Pujawali

Terkait peristiwa ini, PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti mengatakan yang tahu pertama kali kejadian tersebut ayah korban, INM (57). Dari keterangan INM, pada Jumat (2/1) pukul 22.00 WITA, korban meninggalkan rumah dan pamit kepada orangtuanya untuk beli rokok ke warung. Saat itu korban naik sepeda motor, menggunakan jas hujan dan helm.

“Sampai tengah malam korban belum pulang. Orangtuanya mengira korban menginap di rumah pacarnya,” ujar Aiptu Ayu.

Baca juga:  Indonesia dan Tiongkok, Sahabat dalam Perjuangan Tanggulangi Kemiskinan

Selanjutnya pada Sabtu (3/1) pukul 07.00 WITA, INM menelepon korban tapi tidak direspons. Pukul 10.00 Wita INM menuju kebun miliknya untuk mengecek tanaman bunga.

Sesampainya di depan kebun, ia kaget melihat motor korban parkir di sana. INM langsung memanggil-manggil anaknya itu. Ia langsung histeris saat melihat korban sudah tak bernyawa.

“Saksi langsung pulang dan memberi tahu kerabatnya,” ungkapnya.

Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di TKP dan hasil dari Indetifikasi Polres Badung serta pemeriksaan dari Puskesmas Abiansemal 2, dapat disimpulkan bahwa peristiwa tersebut ulahpati tanpa keterlibatan pihak lain. Selanjutnya pukul 12.14 WITA, jasad korban dikuburkan di kuburan setempat. (Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Dua Kendaraan Tertimpa Pohon di Bypass Nusa Dua
BAGIKAN