Bupati Wayan Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta mengambil sumpah jabatan dan melantik Direksi Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung periode 2026-2031, di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Selasa (27/1). (BP/Ist)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Jajaran Direksi Perumda Pasar Mangu Giri Sedana (MGS) langsung tancap gas pascadilantik pada 27 Januari lalu. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah melakukan identifikasi menyeluruh terhadap pasar-pasar tradisional yang dikelola.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar MGS, Kompiang Gede Pasek Wedha, mengatakan pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil pasar tradisional. Langkah ini dinilai penting agar kebijakan dan program yang dirancang ke depan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan karakter masing-masing pasar.

“Kami lagi update kondisi pasar dan potensinya, identifikasi permasalahan dan potensi untuk bisa optimal masing-masing pasar dengan karakter yang berbeda-beda,” ujar Kompyang pada Senin (2/2).

Menurutnya, Perumda Pasar MGS saat ini mengelola sembilan unit pasar, yakni Unit Pasar Petang, Unit Pasar Sembung, Unit Pasar Tenten, Unit Pasar Umum Beringkit, Unit Pasar Hewan Beringkit, Unit Pasar Kapal, Unit Pasar Kuta I, Unit Pasar Kuta II, dan Unit Pasar Nusa Dua.

Baca juga:  Pantai Jerman Ditata, Pengerjaan Capai 76 Persen

Seluruh pasar tersebut akan ditata secara bertahap agar lebih nyaman, bersih, dan mampu menarik minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional.

Penataan pasar tidak hanya difokuskan pada perbaikan fisik semata, tetapi juga pada peningkatan layanan dan fasilitas pendukung. Dengan konsep pasar modern berbasis kearifan lokal, Perumda Pasar MGS berupaya menjadikan pasar tradisional sebagai pusat aktivitas ekonomi sekaligus ruang sosial masyarakat.

“Nanti akan ada pengolahan sampah, ada apotek atau layanan kesehatan, kopi shop, jadi kita buat pasar yang pelayanannya lengkap,” ungkapnya.

Selain peningkatan fasilitas, Perumda Pasar MGS juga berencana menerapkan digitalisasi dalam pengelolaan pasar. Salah satu inovasi yang disiapkan adalah digitalisasi harga kebutuhan pokok.

Baca juga:  Hapus Peran Tengkulak, Perumda hingga Koperasi Tani Diminta Serap Hasil Pertanian

Dengan sistem ini, masyarakat dapat memantau pergerakan harga secara transparan dan real time, sehingga tercipta stabilitas harga dan kepercayaan publik terhadap pasar tradisional.

Tak hanya itu, penerapan teknologi digital juga diharapkan mampu membantu pengelola dalam melakukan pengawasan serta pengambilan kebijakan yang lebih cepat dan tepat sasaran. “Harga barang terbaca untuk memantau kondisi hrg pasar,” katanya.

Di sisi lain, Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menaruh harapan besar terhadap peran Perumda Pasar dan Pangan MGS, khususnya sebagai Off-Taker atau pembeli siaga hasil panen petani di Kabupaten Badung. Ia meminta jajaran direksi untuk terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan Dinas Pertanian Badung dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Baca juga:  Videotron di Simpang Patung Kuda Diminta Diturunkan

“Posisi Perumda Pasar dan Pangan MGS ini sebagai Off-Taker yang didalamnya memiliki Rice Milling Unit (RMU) yaitu mesin penggilingan padi modern yang mengolah gabah menjadi beras secara efisien. Bagaimana dia proses produksi petani untuk gabah menjadi beras dan bisa dibawa ke pasar dan itu menghasilkan sesuatu. Inilah yang kita, kalau ini sudah bisa berjalan stabil saya kira petani pun akan merasakan dan sudah dipastikan hasil tersebut akan dibeli oleh Perumda. Perumda MGS harus jadi penopang produksi dan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Dengan sinergi antara pengelolaan pasar yang profesional, inovasi layanan, serta dukungan terhadap sektor pertanian, Perumda Pasar Mangu Giri Sedana diharapkan Bupati Adi Arnawa mampu menjadi motor penggerak perekonomian daerah sekaligus memperkuat posisi pasar tradisional di tengah persaingan pasar modern. (Parwata/balipost)

BAGIKAN