Deretan sejumlah kios yang tutup di lantai 4 Pasar Badung, Denpasar. Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar mencatat 1.200 kios dan los yang kosong pada 13 dari 16 pasar tradisional di bawah naungannya. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kios dan los di pasar tradisional kian banyak yang kosong. Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar mencatat ada 1.200 kios dan los yang kosong pada 13 dari 16 pasar tradisional di bawah naungannya.

Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata saat dikonfirmasi, Rabu (4/3) mengatakan, pada pasar tradisional di bawah naungan Perumda Pasar Sewakadarma tercatat ada 8.600 kios, los serta pelataran. Dari jumlah tersebut sebanyak 1.200 tempat saat ini kosong atau setara dengan 13,95 persen.

Baca juga:  Pura Bukit Batu Kursi, Destinasi Spiritual Buat Tenangkan Galau Hati

Adapun kekosongan ini terdapat di Pasar Badung khususnya lantai III dan IV, kemudian Pasar Kumbasari, Pasar Sanglah, Pasar Pidada, Pasar Satria, Pasar Kreneng. Selanjutnya beberapa kios dan los kosong juga ada di Pasar Anyarsari, Pasar Asoka, Pasar Ketapian, Pasar Abiantimbul, Pasar Lokitasari, Pasar Cokroaminoto, hingga Pasar Gunung Agung.

Gus Kowi panggilan akrabnya mengatakan, sepinya pengunjung menjadi salah satu faktor yang membuat kios dan los tersebut kosong. Seperti halnya yang terjadi di lantai III dan IV Pasar Badung yang jarang dikunjungi pembeli. Faktor lainnya yakni maraknya pasar modern yang ada di seputaran pasar tradisional. “Juga banyaknya pedagang kaki lima di trotoar, sehingga masyarakat lebih memilih itu karena aksesnya lebih dekat,” paparnya.

Baca juga:  Air Keruh, Produksi Air Terkendala

Sealin itu, banyaknya pedagang liar di depan pasar yang dikelola Perumda Pasar juga memberi pengaruh. Hal tersebut banyak kios dan los serta pelataran yang ditinggalkan penyewanya.

Terkait banyaknya kios dan los yang kosong tersebut, Perumda Pasar pun membuka kesempatan baru bagi pedagang yang ingin mengisi kekosongan tersebut. “Kami sudah umumkan itu di media sosial. Jadi yang mau berjualan di pasar dan mau memanfaatkannya bisa langsung menghubungi kami,” imbuhnya. (Widiastuti/bisnisbali)

Baca juga:  Pedagang Kain di Pasar Kidul Enggan Dipindah ke Pasar Loka Crana

 

BAGIKAN