Petugas dan teman korban membantu korban yang jatuh ke sungai karena terpeleset saat trekking di Ceking, Tegallalang. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Minggu (17/10), sejumlah peristiwa terjadi. Berikut lima berita yang menjadi atensi pembaca Balipost Online. Ini, cuplikan peristiwa dan link yang bisa diklik untuk membaca lebih detilnya.

1. Trekking di Jalur Persawahan Ceking, WNA Terpeleset Jatuh dari Jembatan

GIANYAR, BALIPOST.com – Pada Minggu (17/10) sekitar pukul 14.30 WITA, seorang warga negara asing (WNA) terpeleset saat trekking di areal persawahan Ceking, Tegallalang. Kapolsek Tegallalang AKP I Ketut Sudita mengatakan WNA bernama Cyrus Irani (57) itu terjatuh dari jembatan darurat penghubung antara Banjar Pakudui dengan Banjar Kebon.

Ia mengatakan kronologis kejadiannya, sekitar pukul 14.00 WITA, enam WNA melaksanakan trekking di areal itu. Pada pukul 14.30 WITA, saat melintasi jembatan kayu penghubung antara Banjar Pakudui dengan Banjar Kebon, korban terpeleset dan terjatuh ke dasar sungai dengan ketinggian tebing sekitar 8 meter.

Baca juga:  Segini, Kebutuhan Darah Tiap Hari Selama COVID-19

Selengkapnya baca di sini

2. Puluhan Duktang di Gilimanuk Terjaring Razia

NEGARA, BALIPOST.com – Puluhan penduduk pendatang yang tinggal di wilayah Kelurahan Gilimanuk, Sabtu (16/10) malam terjaring operasi kependudukan. Razia yang menyasar kos-kosan dan rumah kontrak itu selain pemeriksaan identitas serta kelengkapan kependudukan, juga terkait vaksin warga.

Operasi yang dikoordinir Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol I Gusti Putu Dharmanatha bersama Lurah Gilimanuk Ida Bagus Toni Wirahadikusuma ini mendapati 23 orang penduduk pendatang belum melengkapi administrasi kependudukan selama tinggal di Gilimanuk. Selain itu satu orang duktang tersebut juga belum vaksinasi dan diarahkan ke Puskesmas Gilimanuk.

Selengkapnya baca di sini

3. Pengunjung Dibubarkan, Restoran Mi Ditutup Langgar PPKM

Baca juga:  Kuota Internet Gratis Dibagikan ke Puluhan Juta Peserta Didik dan Pendidik

DENPASAR, BALIPOST.com – Tim Yustisi Kota Denpasar menutup sekaligus membubarkan pengunjung restoran mi di Jl. Teuku Umar Barat. Restoran itu dinilai melanggar jam operasional dan protokol kesehatan (prokes) saat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Sabtu (16/10).

Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, Minggu (17/10), mengatakan pemilik usaha rumah makan ini buka sampai pukul 22.30 WITA. Bahkan, pemilik membiarkan pengunjung duduk berdekatan sehingga melanggar prokes saat pelaksanaan PPKM Level 3.

Selengkapnya baca di sini

4. Untuk Pertama Kali Sejak Dilanda Gelombang Kedua, Bali Nihil Tambahan Korban Jiwa

DENPASAR, BALIPOST.com – Untuk pertama kalinya sejak dilanda gelombang kedua COVID-19 sekitar 5 bulan lalu, Bali nihil melaporkan tambahan korban jiwa pada Minggu (17/10). Sayangnya, kesembuhan yang dilaporkan lebih rendah dari tambahan kasus baru.

Baca juga:  Tambahan Kasus COVID-19 Bali Capai 2 Digit

Jumlah kasus baru pada hari ini masih dua digit. Tambahannya ada di bawah 35 kasus.

Selengkapnya baca di sini

5. Tanpa “Booster,” Tiga Vaksin Miliki Respons Imun Kuat Hingga 8 Bulan

JAKARTA, BALIPOST.com – Sebuah studi dalam New England Journal of Medicine mengungkapkan bahwa tiga vaksin COVID-19 masih menunjukkan tanda respons imun yang kuat hingga 8 bulan setelah suntikan tanpa booster. Dalam studi itu, para peneliti menemukan tanda yang menunjukkan ketiga vaksin menghasilkan perlindungan kuat dan tahan lama dari risiko keparahan penyakit.

Adapun ketiga vaksin ini adalah Pfizer, Moderna dan Johnson & Johnson. Analisis juga mengisyaratkan perbedaan cara vaksin menghasilkan antibodi.

Selengkapnya baca di sini

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *