
NEGARA, BALIPOST.com – Kendaraan penumpang akan diprioritaskan menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang untuk mengurai kemacetan parah yang terjadi dalam 3 hari terakhir.
Menurut Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi pihaknya sudah memantau dan melakukan koordinasi lintas sektoral terkait situasi arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (17/3).
“Agar antrean cepat terurai, selain menambah armada kapal yang beroperasi di Selat Bali, kami juga prioritaskan kendaraan penumpang,” katanya dikutip dari Kantor Berita Antara.
Dia mengatakan, kebijakan itu dilakukan mengingat kendaraan jenis tersebut juga mengangkut penumpang yang jumlahnya banyak, serta jumlahnya dominan.
“Untuk kendaraan barang tetap kami layani cuma prioritas kendaraan penumpang dulu baik sepeda motor, mobil pribadi maupun bus,” katanya.
Dengan pola tersebut serta penambahan armada kapal, menurut dia, panjang antrian pemudik yang menuju Pelabuhan Gilimanuk menurun drastis.
Dia berharap, saat Hari Raya Nyepi seluruh kendaraan yang antri bisa diseberangkan ke Pulau Jawa.
Jika hal itu tidak tercapai, kata dia, pihaknya menyiapkan solusi mengangkut sopir ke Pelabuhan Ketapang untuk kemudian dikembalikan ke Gilimanuk saat Hari Raya Nyepi selesai.
“Kami sediakan kapal gratis dan lokasi istirahat di Pelabuhan Ketapang. Untuk kendaraan mereka, bisa dimasukkan ke kantong-kantong parkir di Gilimanuk,” katanya.
Disinggung penyebab antrian kendaraan yang menuju Pelabuhan Gilimanuk yang sempat mencapai 30 kilometer lebih, menurut dia karena masih beroperasinya truk-truk besar khususnya sumbu tiga.
Padahal, kata dia, sudah ada Surat Keputusan Bersama (SKB) yang membatasi operasional kendaraan barang saat arus mudik.
“Ketidakpatuhan terhadap SKB itu yang menyebabkan antrian panjang di Gilimanuk. Kami minta pengusaha angkutan logistik mematuhi SKB. Jangan mengedepankan ego sektoral karena ada kepentingan yang lebih besar yaitu masyarakat,” katanya. (kmb/balipost)










