
NEGARA, BALIPOST.com – Arus warga yang meninggalkan Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk terus meningkat menjelang penutupan pelabuhan saat Hari Raya Nyepi. Hingga H-5, tercatat lebih dari 300 ribu orang telah keluar dari Bali menuju Jawa melalui Kabupaten Jembrana.
Berdasarkan data Posko Gilimanuk, sejak H-10 hingga H-5 jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 309.135 orang. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 306.839 orang.
Peningkatan mobilitas juga terlihat dari jumlah kendaraan yang keluar dari Bali. Dalam periode yang sama, tercatat 97.787 unit kendaraan telah menyeberang melalui Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi. Jumlah ini meningkat sekitar 2,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 95.080 unit kendaraan.
Tingginya arus penyeberangan tersebut juga berdampak pada antrean kendaraan di sekitar kawasan pelabuhan. Hingga dua hari menjelang penutupan pelabuhan terkait pelaksanaan Nyepi di Bali, antrean masih terjadi. Sejak Sabtu (14/3) hingga Selasa (17/3), antrean kendaraan terutama roda empat, kendaraan logistik, serta bus terlihat memanjang hingga keluar wilayah Gilimanuk.
Selama 24 jam pada H-5 atau periode 16 Maret 2026 pukul 00.00 hingga 23.59 WIB, tercatat sebanyak 251 perjalanan kapal yang melayani penyeberangan dari Bali ke Jawa. Pada periode tersebut jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 76.495 orang. Jumlah ini meningkat sekitar 2,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 74.321 orang.
Sementara dari sisi kendaraan, sepeda motor yang menyeberang tercatat sebanyak 14.398 unit atau turun sekitar 6,5 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 15.396 unit. Kendaraan roda empat tercatat 6.350 unit, turun sekitar 4 persen dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 6.615 unit. Untuk kendaraan truk tercatat 1.339 unit atau turun sekitar 6,1 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 1.426 unit. Sebaliknya, jumlah bus yang menyeberang mengalami peningkatan menjadi 938 unit atau naik sekitar 24,9 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 751 unit.
Secara keseluruhan jumlah kendaraan yang menyeberang dari Bali menuju Jawa pada H-5 mencapai 23.025 unit. Angka ini turun sekitar 4,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 24.188 unit.
Upaya mengurai kemacetan dilakukan dengan mepetnya waktu menjelang penutupan Pelabuhan saat Nyepi. Pihak kepolisian dan otoritas pelabuhan mengalihkan truk-truk besar masuk ke areal Kargo Gilimanuk agar mobil pribadi dan sepeda motor bisa lebih cepat mengakses area pelabuhan.
“Kendaraan banyak yang ngeblong (mengambil jalur berlawanan), sehingga jalanan macet total,” keluh Fendi (30) salah seorang pemudik. Ia yang menumpang di mobil mengaku telah mengalami antrian lebih dari 10 jam. Menurutnya, arus mudik tahun ini merupakan yang paling parah antriannya.
Sementara itu dari data, arus penyeberangan masuk ke Bali dari Ketapang mengalami peningkatan dari sisi penumpang. Pada H-5 tercatat sebanyak 21.200 orang menyeberang ke Bali atau meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 19.998 orang. Dengan jumlah kendaraan yang menyeberang dari Jawa menuju Bali pada periode tersebut tercatat 3.508 unit atau turun sekitar 7,1 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 3.775 unit. (Surya Dharma/balipost)










