Sekolah Dasar di Badung lakukan simulasi untuk persiapan pembelajaran tatap muka. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Badung menggelar simulasi menjelang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) awal Oktober ini. Seperti halnya SDN 2 Sempidi, Badung, Selasa (28/9). Sejumlah siswa datang ke sekolah mengikuti simulasi di sekolah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, proses simulasi dilaksanakan mulai pukul 08.00 wita. Sebelum dilakukan simulasi, siswa diberikan pengarahan terlebih dulu oleh guru dan ketua satgas covid-19 di sekolah. Langkah ini dilakukan agar siswa paham bagaimana penerapan prokes di sekolah.

Kepala Sekolah SD Negeri 2 Sempidi, Ni Made Arianti saat ditemui mengakui pihaknya telah siap untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Karena itu, simulai ini dilaksanakan agar siswa tau alur bagaimana masuk kelas di tengah pandemi covid-19 ini. “Hari ini simulasi dilaksanakan dengan menghadirkan 50 persen siswa, atau kurang lebih 15 orang siswa, sehingga di kelas dipastikan jaga jarak,” katanya.

Baca juga:  Korban Jiwa COVID-19, Tujuh Kabupaten/Kota Tambah Warga Meninggal

Dijelaskan, siswa yang baru datang disarankan untuk melakukan cuci tangan dilanjutkan pengecekan suhu tubuh. Selain itu, siswa diminta untuk langsung masuk kelas, namun sebelum masuk kelas siswa disarankan untuk menggunakan hand sanitizer. Tidak hanya itu beberapa titik juga sudah dipasangi tempat cuci tangan. Sehingga siswa bisa melakukan cuci tangan secara langsung didepan kelas.

“Siswa yang belajar 50 persen dari jumlah siswa yang ada, sehingga dipastikan bisa melakukan jaga jarak. Selain itu siswa juga diwajibkan menggunakan masker. Dalam pelaksanaan simulasi, dilakukan sesuai juklak juknis yang sudah didapat dari Disdikpora Badung,” paparnya.

Baca juga:  Baru Tiga Minggu Tuntas, Irigasi Subak Pau Sudah Rusak

Dikatakan, pelaksanakan simulasi juga didokumentasikan, sehingga dapat dilihat oleh Disdikpora terkait PTM yang akan dilaksanakan. “Untuk di SD 2 Sempidi ada sebanyak 205 siswa. Kami memastikan semua bisa dilakukan PTM dengan prokes yang ketat. Dalam pelaksanaan simulasi aparat kepolisian maupun lurah juga turut hadir memantau jalannya simulasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Badung, Made Sumerta dalam rapat internal membahas surat yang disampaikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Badung terkait pembelajaran tatap muka di Badung. Pihak Disdikpora memohon rekomendasi ke DPRD Badung untuk PTM. “Setelah kita melakukan pembahasan bersama, kami tidak perlu untuk mengeluarkan rekomendasi karena sudah jelas ada surat edaran dan imbauan Mendagri, begitu juga sudah ada surat edaran dari Gubernur Bali dan sudah surat edaran dari Bupati tentang pembelajaran PTM sehingga sudah jelas disana panduannya dan kita serahkan ke pihak Disdikpora untuk melaksanakannya,” paparnya.

Baca juga:  Belum Banyak Negara Berkembang Sadari Urgensi Revolusi Industri 4.0

Bendesa Adat Pecatu ini berharap Disdikpora membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengacu pada Inmendagri yang telah diterima. “Untuk evaluasinya, nanti kita juga ikut melakukan evaluasi karena sewaktu-waktu pelaksanaan PTM ini bisa di evaluasi,” pungkasnya. (Parwata/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *