Kondisi join jembatan yang berlubang di Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk, tepatnya jembatan Tukad Yeh Nu, Banjar Penyalin, Samsam. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Kerusakan pada sambungan (join) Jembatan di jalur nasional Denpasar Gilimanuk atau tepatnya di jembatan Tukad Yeh Nu, Banjar Penyalin, Desa Samsam, Kerambitan, kembali menjadi sorotan. Lubang yang muncul di bagian sambungan jembatan dinilai rawan memicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua.

Lubang tersebut berada persis di titik pertemuan badan jalan dan struktur jembatan. Kondisi jalan yang cekung akibat terkikisnya aspal membuat kendaraan harus memperlambat laju secara mendadak. Situasi ini berpotensi membahayakan, terlebih jalur tersebut merupakan akses utama penghubung Denpasar–Gilimanuk dengan volume kendaraan cukup padat setiap harinya.

Baca juga:  Operasional Mobil Barang Mulai Dibatasi

Kerusakan pada sambungan jembatan ini memang sudah terlihat cukup lama. Meski sebelumnya sempat kerap kali dilakukan penambalan, aspal di bagian join kembali terkikis saat curah hujan tinggi sehingga memunculkan lubang baru. Selain itu, trotoar di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan dengan lubang berukuran cukup besar yang mengganggu kenyamanan pejalan kaki.

Sekretaris Dinas PUPRPKP Tabanan, I Gede Partana, menegaskan ruas Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk itu merupakan kewenangan Satker PJN Wilayah I di bawah BPJN Jawa Timur–Bali. Kendati demikian, pihaknya terus melakukan koordinasi agar penanganan bisa segera dilakukan. “Kami sudah koordinasikan pembenahan, termasuk persoalan got tersumbat di Desa Abiantuwung dan ruas jalan di Banjar Lumajang, Desa Samsam. Harapannya bisa segera ditangani,” ujarnya, Jumat (20/2).

Baca juga:  WNA Ditemukan Meninggal di Bawah Tower Air Hotel

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen I.2 Bali, I Made Mardita, menyebutkan secara umum perbaikan jalur Denpasar–Gilimanuk telah berjalan, khususnya di segmen Antosari–Gilimanuk. Di jalur tersebut, perbaikan mencakup 36 titik segmen jalan dan enam jembatan. “Untuk segmen jalan dilakukan penanganan lubang dan kerusakan badan jalan. Sedangkan pada jembatan, kami perbaiki bagian joint agar tidak menimbulkan lubang,” jelasnya.

Saat ini, pembenahan jembatan telah dilakukan di wilayah Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat. Sementara perbaikan jalan sudah menjangkau kawasan Tembles, Desa Penyaringan, Jembrana.

Baca juga:  Keluarga Serahkan Jenazah Penguburan Arifin ke Polisi

Pihaknya menargetkan penanganan lubang serta kesiapan jalur menjelang arus mudik Lebaran sudah tuntas H-7 agar aman dilalui pengguna jalan. Dimana untuk target penyelesaian keseluruhan pekerjaan direncanakan rampung awal September mendatang. (Dewi Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN