
MANGUPURA, BALIPOST.com – Libur Tahun Baru Imlek dimanfaatkan pemerintah untuk memperkuat pengaturan arus lalu lintas di kawasan padat wisata. Dinas Perhubungan Kabupaten Badung memfokuskan pengalihan arus kendaraan di wilayah Kerobokan Kelod dan Seminyak guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat dan kunjungan pejabat ke rumah ibadah.
Kepala Dinas Perhubungan Badung, A.A. Rai Yuda Darma, menjelaskan pengamanan lalin dilakukan menyesuaikan agenda pimpinan daerah selama libur panjang. Pengaturan difokuskan pada rute yang dilalui pejabat menuju vihara maupun klenteng di kawasan Kuta dan Kuta Selatan.
“Untuk personil yang tugas rutin di simpang-simpang sedang fokus untuk mengatur lalu lintas pada pengalihan arus lalin di Kerobokan Kelod dan Seminyak,” ungkap Rai Yuda Darma, Minggu (16/2).
Pihaknya mengatakan, uji coba rekayasa lalu lintas sebagai bagian dari Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL). Skema ini diterapkan untuk mengurai kemacetan yang selama ini sering terjadi di sejumlah titik padat, termasuk di sekitar Lapas Kerobokan.
Secara teknis, rekayasa arus lalu lintas di Kerobokan Kelod dinilai mampu meningkatkan kinerja jaringan jalan. Efisiensi waktu tempuh meningkat dan kecepatan perjalanan kendaraan menjadi lebih stabil. Meski demikian, Dishub mencatat adanya penurunan nilai aksesibilitas yang akan menjadi bahan evaluasi lanjutan.
“Rekayasa lalin yang dilakukan dalam jangka pendek ini, dalam upaya mengurai kemacetan yang kerap terjadi di depan Lapas Kerobokan dan di beberapa titik lainnya. Dilihat hasil dari uji coba rekayasa lalin sudah menunjukkan perubahan yang cukup signifikan,” jelasnya.
Uji coba tersebut akan terus dilanjutkan, karena data sementara menunjukkan perubahan signifikan dari sisi kecepatan kendaraan, waktu tempuh, hingga tingkat keamanan berkendara.
“Kami berharap pengaturan ini mampu menekan potensi kemacetan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan tersebut,” tegasnya. (Parwata/balipost)










