Arsip foto - Petugas mengisi ulang LPG subsidi di salah satu stasiun pengisian bulk elpiji di Denpasar, Bali, Jumat (3/1/2025). (BP/Ant)

DENPASAR, BALIPOST.com – Lonjakan konsumsi energi diprediksi terjadi di Bali selama libur panjang perayaan Imlek yang berdekatan dengan awal Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Mengantisipasi peningkatan permintaan tersebut, distribusi LPG diperkuat dengan tambahan pasokan fakultatif lebih dari 202 ribu tabung di seluruh kabupaten/kota.

Wilayah Denpasar, Badung, dan Gianyar menjadi prioritas penguatan karena merupakan pusat aktivitas ekonomi, pariwisata, serta kawasan dengan konsumsi energi tertinggi di Bali. Denpasar tercatat menerima tambahan 53.760 tabung atau sekitar 90,1 persen dari rata-rata penyaluran harian 59.677 tabung. Sementara Badung memperoleh 26.320 tabung (91,4 persen) dan Gianyar 28.000 tabung (91,3 persen).

Baca juga:  Pasar Takjil Wangaya Jadi Favorit Warga Berburu Makanan Berbuka Puasa

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi di Denpasar menjelaskan, momentum dua hari besar keagamaan yang berdekatan berpotensi meningkatkan konsumsi LPG rumah tangga maupun sektor usaha kuliner. “Produk LPG menjadi primadona saat aktivitas masyarakat meningkat, terutama menjelang hari besar. Kami telah melakukan mitigasi melalui penyaluran fakultatif di luar distribusi reguler serta build up stock BBM sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Secara keseluruhan, tambahan LPG fakultatif di Bali mencapai lebih dari 75 persen dari rata-rata distribusi harian. Rinciannya meliputi Badung 26.320 tabung (91,4%), Bangli 14.560 tabung (59,5%), Buleleng 20.160 tabung (59,3%), Gianyar 28.000 tabung (91,3%), Jembrana 11.760 tabung (57,4%), Karangasem 14.560 tabung (58,0%), Klungkung 9.520 tabung (60,1%), Tabanan 23.520 tabung (80,9%), Denpasar 53.760 tabung (90,1%).

Baca juga:  Mudik Gratis Denpasar-Banyuwangi Disediakan untuk Empat Ratusan Orang

Penguatan distribusi ini dilakukan bersamaan dengan pengecekan sarana dan fasilitas SPBU, termasuk aspek Quantity and Quality (QQ) BBM untuk memastikan pelayanan energi tetap optimal selama periode libur panjang 14–17 Februari 2026.

Ketersediaan energi menjadi faktor krusial bagi Bali yang ekonominya bertumpu pada sektor pariwisata, perdagangan, dan UMKM. Momentum Imlek dan Ramadan yang berdekatan juga diperkirakan mendorong perputaran ekonomi daerah melalui peningkatan mobilitas masyarakat dan wisatawan domestik.

Baca juga:  Sejumlah PJU di Bangli Mati Sejak 5 Tahun Terakhir

Stabilitas pasokan energi dinilai penting untuk menjaga harga tetap terkendali dan mencegah gangguan aktivitas usaha.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan karena stok energi dipastikan aman. LPG 3 kilogram merupakan produk subsidi bagi masyarakat kurang mampu, sedangkan masyarakat mampu diarahkan menggunakan LPG nonsubsidi seperti Bright Gas. (Suardika/balipost)

BAGIKAN