Pegolf sedang bertanding. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pegolf Surabaya dipastikan ambil bagian dalam turnamen junior bulanan yang diselenggarakan Pengprov PGI Bali di Lapangan Golf Bali Handara, pada 1-2 Mei nanti. Hingga saat ini, setidaknya empat pegolf junior asal Kota Pahlawan yang ikut berpartisipasi adalah Nathan Cristopher Wijaya, Valentino, Justin Lawrence (kategori A), serta Clement Sutrisno (kategori B).

Kepala Bidang Pembinaan Junior Pengprov PGI Bali Jurry Soeryo Wiharko, di Denpasar, Selasa (20/4) menerangkan, peserta yang menyatakan ikut ambil bagian mencapai 30 pegolf, dan kemungkinan jumlah peserta akan bertambah. “Sampai dengan hari pelaksanaan, kami berharap peserta bisa mencapai 35-40 pegolf,” harap Jurry. Untuk hajatan di Bali Handara, peserta dibagi dalam kategori A (15-18 tahun), B (13-14 tahun), C (11-12 tahun), serta D (10 tahun ke bawah)

Baca juga:  Pegolf Melati Masuk Timnas AG

Dikemukakan, pegolf Surabaya berinisiatif mengikuti turnamen ini, mengingat selama ini prestasi pegolf junior Bali cukup mendominasi pada kejuaraan level nasional. Selain itu, menurut Jurry, kehadiran pegolf luar Bali diharapkan mampu menjadi motivasi bagi pegolf lokal Bali. “Saya kira kehadiran pegolf Surabaya sangat menguntungkan bagi atlet Bali, sebab mereka bisa bersaing sekaligus menguji mental bertanding,” ungkapnya.

Sebelum mereka bertanding secara resmi, kata Jurry, para pegolf akan melakukan latihan bersama. Ia menyebutkan, turnamen golf junior merupakan ajang pemanasan bagi atlet, mengingat Bali menjadi tuan rumah event bergengsi bertajuk ‘Bali Golf Challenge’ yang diselenggarakan Kemenpora. “Event bergengsi ini akan dilaksanakan pada Agustus mendatang,” terangnya.

Baca juga:  Akumulatif PDP COVID-19 di Bali Lampaui 200, Pasien Positif Baru Seluruhnya WNI

Bahkan, lanjut Jurry, sebelumnya juga diagendakan turnamen junior yang dihelat Perkumpulan Akademi Golf Indonesia (PAGI). “Rencananya PAGI mengadakan kejuaraan golf junior semacam Golf Tour, yang menggunakan tiga lapangan golf di Bali,” ujarnya.

Hanya, kata dia, yang membedakan turnamen golf pihak Kemenpora sangat bergengsi, sekaligus merupakan liga utama bagi pegolf junior. “Jadi, kemungkinan besar pegolf yang ambil bagian memiliki handicap, dan tidak semua pegolf junior bisa ambil bagian,” tegasnya. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.