Melasti Digelar Tiga Desa Pakraman
Melasti digelar tiga desa pakraman di Gianyar ke Pantai Masceti, Minggu (26/3/2017). (BP/Dokumen)

GIANYAR, BALIPOST.com – Melasti dalam rangkaian Nyepi Tahun Baru Caka 1943 di Gianyar dilaksanakan pada lokasi terdekat meliputi laut, beji, maupun sumber mata air lainnya dan ngubeng (prosesinya terbatas hanya melibatkan prajuru, pemangku, dan serati banten). Sekretaris PHDI dan sekaligus Kepala FKUB Gianyar Ida Bagus Made Viprajana, Selasa (9/3) mengatakan pilihan ini dilakukan karena masih dalam masa pandemi COVID-19.

Diungkapkannya, setiap upacara pada pelaksanaan Nyepi tidak terlepas dari protokol kesehatan yang sangat ketat. “Aparat desa diimbau untuk membatasi jumlah orang yang akan mengikuti upacara melasti atau mekiyis,” ucapnya.

Baca juga:  Hari Kedua Operasi Patuh, Polisi Jaring 120 Pelanggar

Viprajana menjelaskan setelah Nyepi, tepatnya saat Ngembak Geni, masyarakat umat Hindu biasanya akan berkunjung ke kerabat, orang terdekat atau rekreasi ke tempat wisata atau pantai. “Diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap tinggal di rumah menghindari penyebaran COVID-19. Untuk kebaikan bersama supaya virus ini cepat berlalu,” jelasnya.

Sekda Kabupaten Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya menyampaikan perayaan Nyepi yang dilaksanakan pada 2021 ini tidak berbeda dengan tahun yang lalu. Ini tetap berjalan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga:  Ramai Dikunjungi, Penglukatan di Pura Mengening Mulai Ditata

Terkait dengan pelaksanaan melasti yang biasanya dilakukan di pantai, diimbau agar dilakukan di lokasi terdekat. Hal ini dipertegas juga oleh PHDI dan akan dibarengi dengan surat edaran.

“Yang ingin melaksanakan melasti dianjurkan mencari alternatif tempat yang terdekat. Kalau memang dekat laut silahkan melasti ke laut sedangkan alternatif bisa melasti ke beji, dan kalau tidak memungkinkan silahkan laksanakan dengan cara ngubeng,” ucap Sekda. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *