Suasana pemakaman warga Karangasem yang berstatus probable COVID-19. (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Warga yang masuk kasus probable COVID-19 di Karangasem meninggal dunia. Ini sudah kesekian kalinya Karangasem melaporkan pasien probable yang meninggal.

Dari informasi yang dihimpun, pasien meninggal merupakan warga Desa Ngis, Kecamatan Manggis. Jenazah warga dimakamkan di Setra Desa Adat Pekarangan desa setampat pada Minggu (23/8) sesuai protokol kesehatan.

Untruk riwayatnya, pasien yang awalnya dirawat di RSUD Karangasem pada Rabu 5 Agustus 2020 mengalami gejala Hepatitis yang identik dengan gejala COVID-19. Selanjutnya pihak rumah sakit melakukan rapid test dan swab sebelum melakukan penanganan medis dan hasilnya Positif COVID-19.

Baca juga:  Agar Media Pers Bisa Bertahan, Wartawan Perlu Adaptasi Ciptakan Langkah Inovatif

Atas kasus itu, petugas kesehatan menyarankan kepada pasien dan pihak keluarga yang pernah kontak erat dengan pasien untuk melakukan isolasi secara mandiri. “Pasien belum sempat dilakukan Swab untuk kedua kalinya, namun pasien keburu meninggal dunia. Sehingga tidak sempat dilakukan penanganan lebih lanjut. Maka dari itu pasien berstatus probable, sehingga proses pemakaman tetap sesuai protokol kesehatan,” ucap sumber kepolisian yang ikut dalam proses pemakaman.

Baca juga:  Otoritas Khusus Pariwisata Bali Sejalan dengan OIM

Kalak BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengungkapkan pihaknya menurunkan sejumlah anggota untuk membantu proses pemakaman. “Kegiatan pemakaman jenazah dilakukan oleh Team Gabungan dari BPBD Karangasem dan perwakilan dari pihak keluarga dengan menggunakan APD lengkap. Dilanjutkan prosesi upacara sesuai dengan adat setempat. Untuk jumlah perwakilan dari keluarga yang ikut proses pemakaman jumlahnya dibatasi kurang lebih sekitar 20 orang,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Satuan Tugas Bidang Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-9 di Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, belum bisa diminta konfirmasi terkait meninggalnya pasien probable terbaru ini. Berulangkali dihubungi, pihaknya belum memberikan jawaban. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.