Anggota DPRD Denpasar melakukan kunjungan ke proyek SMPN 13 Denpasar. (BP/ara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Meski dalam kondisi pandemi COVID-19, tidak menyurutkan niat jajaran Komisi III dan IV DPRD Denpasar terjun ke lapangan. Seperti yang terlihat, Jumat (19/6). Dua komisi ini meninjau langsung SMPN 13 Denpasar di Padangsambian Kelod.

Para wakil rakyat yang membidangi pembangunan dan pendidikan ini melihat secara langsung kondisi gedung SMPN 13 yang sudah rampung sebagian. Rombongan dewan dari dua komisi ini dipimpin Ketua Komisi III DPRD Denpasar Ir. Eko Supriadi didampingi Ketua Komisi IV Drs. Wayan Duaja diterima Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Denpasar Wayan Gunawan, serta para guru SMPN 13.

Baca juga:  Layanan Perumda Tirta Sewaka Dharma Alami Gangguan di 4 Wilayah Ini

Pada kesempatan tersebut, Eko Supriadi menekankan pentingnya mengawal kelanjutan pembangunan SMPN 13 Denpasar mengingat masih ada beberapa pekerjaan yang belum tuntas, seperti penataan halaman yang belum tersentuh. Pihaknya juga berharap agar penataan sekolah ini bisa lebih bagus dan yang terpenting bebas banjir. Mengingat, lokasi ini cukup rawan akan terjadi genangan saat musim hujan tiba.

Ketua Komisi IV Wayan Duaja lebih banyak memberikan saran agar proses belajar mengajar di sekolah yang baru ini bisa berjalan lancar. Terlebih, saat ini sekolah tersebut kembali akan menerima murid baru.

Baca juga:  Alternatif Revisi Perda RTRW Untuk Muluskan RIP Benoa

Sementara itu, Kadisdikpora Wayan Gunawan menyampaikan, pembangunan gedung sekolah akan berlanjut pada 2021 mendatang mengingat saat ini semua proyek fisik direvisi karena pandemi COVID-19. “Kita sudah masukkan dalam KUA-PPAS tahun 2021 dan akan dilanjutkan tahun itu,” ujar Gunawan.

Pembangunan gedung SMPN 13 ini mulai digarap pada 2019 lalu. Kini, dua unit bangunan sudah rampung serta padmasananya. Sedangkan penataan halaman belum terealisasi.

Baca juga:  Ditarget Rampung Desember, PD Pasar Siapkan Detail Pemanfaatan Ruang di Pasar Badung

Bangunan sekolah ini berada di lahan milik provinsi yang sudah diberikan kepada Pemkot untuk menggunakannya. Luasnya sekitar 60 are.

Pada tahun pelajaran 2019 lalu, sekolah ini sudah menerima siswa baru. Hanya, proses belajarnya masih meminjam gedung SD terdekat, yakni SDN 17 Padangsambian Kelod. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.