Pasokan air bersih ke warga yang mengalami krisis air di Jembrana. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Kemarau panjang ekstrem atau yang dikenal sebagai kemarau extrem mulai memperlihatkan dampak nyata di Kabupaten Jembrana. Selain memicu belasan kebakaran lahan dalam dua bulan terakhir, musim kering juga menyebabkan krisis air bersih di sejumlah permukiman warga yang berada di kawasan lereng perbukitan.

Kondisi paling terdampak terjadi di wilayah Kelurahan Pendem, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Berangbang, hingga Pergung, Kecamatan Mendoyo. Warga di daerah tersebut kesulitan memperoleh air bersih karena debit sumur dan sejumlah sumber mata air terus menurun selama kemarau.

Baca juga:  Usai Penyerahan, Atap Gedung Dewan Rusak dan Jebol

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan BPBD bersama PMI dan Polres Jembrana telah menyalurkan bantuan air bersih secara bertahap ke wilayah-wilayah terdampak. Distribusi dilakukan menggunakan mobil tangki dengan memasang tandon penampung agar kebutuhan air warga dapat terpenuhi.

“Wilayah yang berada di lereng perbukitan menjadi prioritas karena saat kemarau pasokan air paling cepat berkurang. Kami bersama PMI dan Polres terus melakukan distribusi air bersih sesuai permohonan dari desa maupun kelurahan,” ujarnya.

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Belanda Kalahkan Norwegia hingga Indonesia Libas Saint Kitts dan Nevis

Di sisi lain, kemarau berkepanjangan juga meningkatkan potensi kebakaran lahan. Kepala Satpol PP Jembrana I Ketut Eko Susilo AP mengungkapkan, sepanjang Juli hingga Agustus 2026 petugas pemadam kebakaran telah menangani belasan kejadian kebakaran lahan yang didominasi kebun, semak belukar, dan lahan kosong. Bahkan dalam sehari, terjadi dua hingga tiga kejadian kebakaran lahan.

Menurutnya, hamparan ilalang yang mengering menjadi bahan bakar alami sehingga api cepat membesar begitu tersulut. Sebagian besar kejadian diduga dipicu pembakaran sampah maupun aktivitas membersihkan lahan saat cuaca panas.

Baca juga:  Pemungut Sumbangan Ogoh-ogoh Ilegal Diamankan

“Kondisi ilalang dan rumput sangat kering. Begitu ada sumber api, kobaran cepat merambat sehingga warga diminta tidak melakukan pembakaran terbuka,” kata Eko.

BPBD dan Satpol PP mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama puncak kemarau dengan menghemat penggunaan air, menghindari pembakaran sampah, serta segera melaporkan apabila terjadi kebakaran maupun wilayah yang mengalami krisis air bersih agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. (Surya Dharma/balipost)

 

BAGIKAN