Petugas Damkar Gianyar memadamkan dua titik kebakaran lahan yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten Gianyar Sabtu (26/9) sore. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gianyar bergerak memadamkan dua titik kebakaran lahan yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten Gianyar Sabtu (26/9) sore.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Damkar, dan Penyelamatan Kabupaten Gianyar, Putu Yudanegara, Minggu (27/9) membenarkan terjadinya dua insiden kebakaran tersebut. “Kami menerima dua laporan kejadian kebakaran lahan pada Sabtu sore di lokasi berbeda, yakni di Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, serta Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh. Tim di lapangan langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah mendapat laporan dari masyarakat,” ujar Putu Dian Yudanegara.

Baca juga:  Kebakaran Hanguskan Gudang Berkas 

Peristiwa pertama dilaporkan sekitar pukul 15.02 WITA oleh Sekretaris Desa Pering, Wayan Kolit. Kebakaran melanda lahan vegetasi alang-alang milik Laba Desa Adat Prangsada yang berlokasi di Jalan Raya Prangsada, Banjar Prangsada, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh.

Mendapat informasi tersebut, personil Regu 4 Pos Induk bersiap dan bertolak pukul 15.03 WITA. Armada penanganan (BW Gianyar Aman) tiba di lokasi pada pukul 15.10 WITA setelah menempuh jarak sekitar 5,7 km. Area lahan yang terbakar diperkirakan seluas 15 are. Petugas berhasil melakukan pendinginan dan memadamkan api sepenuhnya dalam waktu kurang lebih 15 menit.

Baca juga:  Staf Vila di Sebatu Nekat Curi Uang WN Spanyol, Ternyata untuk Ini

Tidak berselang lama, sekitar pukul 16.21 WITA, laporan kebakaran kedua masuk dari seorang PNS bernama Dwi Sila Putri. Kali ini kebakaran menghanguskan lahan kosong milik Wayan Ciri di Jalan Raya Peteluan, Banjar Peteluan, Desa Temesi, Kecamatan Gianyar.

Petugas mengerahkan unit BW Gianyar Aman dan BW 09 pukul 16.22 WITA dan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) selang 5 menit kemudian. Api menghanguskan area lahan kosong seluas kurang lebih 40 are. Penanganan penyemprotan air dilakukan secara intensif hingga api benar-benar padam dalam kurun waktu sekitar 45 menit.

Baca juga:  Minta Dua Hal Ini Dikoreksi, FAHD Layangkan Surat Terbuka ke Rumah Produksi "Satria Dewa: Gatotkaca"

Putu Yudanegara memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil berupa bangunan dalam kedua peristiwa tersebut. “Tidak ada korban jiwa dalam kedua insiden ini. Mengenai penyebab pasti munculnya titik api di kedua lokasi lahan tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN