BPBD menyalurkan air bersih ke sejumlah tempat penampungan air di permukiman yang terdampak kekeringan. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Dampak kemarau panjang kian nyata dirasakan hingga dua bulan terakhir. Menyusutnya sumber-sumber mata air memicu meluasnya krisis air bersih di sejumlah wilayah. Guna meringankan beban warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana bersama instansi terkait terus bergerak menyalurkan pasokan air bersih ke berbagai titik terdampak.

Penanggulangan kekeringan ini tidak hanya dilakukan oleh BPBD, namun juga melibatkan personel dari PMI dan Polres Jembrana. Tercatat sejak 16 Juli hingga 2 Oktober 2026, total volume air bersih yang telah didistribusikan menembus angka 532.200 liter. Ratusan ribu liter air tersebut telah disalurkan melalui 119 kali pengiriman, yang merupakan tempat tinggal bagi 1.048 Kepala Keluarga (KK).

Baca juga:  Usai Sembahyang IBTK Besakih, Pemedek Meninggal Tertimpa Pohon

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, Minggu (4/10) mengungkapkan pergerakan armada tangki air difokuskan berdasarkan laporan warga yang masuk. Namun, kendala kerap ditemui di lapangan saat pasokan tiba, yakni minimnya ketersediaan tempat penampungan air yang memadai di permukiman.

Sebagai solusi, BPBD telah turun tangan memasang 18 unit bak tandon di lokasi-lokasi krisis.

“Selain tandon, ada juga yang kami berikan terpal untuk menampung air karena stok tandon kita sudah habis. Total 18 tandon sudah terpasang. Yang penting, air yang didistribusikan bisa tertampung dan dimanfaatkan oleh warga,” jelas Agus Artana.

Baca juga:  Rusak, Jalan Denpasar-Gilimanuk Diminta Jangan Hanya Ditambal

Sasaran distribusi kekeringan ini tidak hanya menyentuh kawasan permukiman, tetapi juga meluas ke fasilitas pendidikan dan tempat ibadah. Sejumlah fasilitas umum yang telah mendapat suntikan air bersih antara lain SMPN 3 Melaya, SDN 6 Pendem, SDN 2 Pendem, SDN 5 Berangbang, SDN 2 Dauhwaru, serta Pura Puseh Taman Sari di Desa Tukadaya.

Bantuan juga terus mengalir. Pada Minggu (4/10) pagi, tim gabungan kembali terjun menyalurkan pasokan air ke Kecamatan Negara. Sebanyak 4.000 liter air dikirimkan untuk 30 KK di Banjar Munduk Tumpeng Kelod, Desa Berangbang. Di hari yang sama, 5.000 liter air juga didistribusikan bagi 80 KK di Lingkungan Pangkung Manggis, Kelurahan Baler Bale Agung.

Baca juga:  Polairud Jembrana Perketat Patroli di Selat Bali

Lebih jauh, Agus Artana mengingatkan bahwa persoalan ini belum akan mereda dalam waktu dekat. Musim kemarau diprediksi masih akan memanggang wilayah Jembrana hingga Desember mendatang. Hal ini berpotensi membuat wilayah krisis air bersih semakin bertambah seiring terus menyusutnya debit air warga.

“Krisis air bersih ini berpotensi semakin meluas. Apalagi musim kemarau diprediksi masih akan terus terjadi hingga Desember mendatang,” tegasnya.

Saat ini, BPBD Jembrana terus menyiagakan penuh armada beserta personelnya untuk merespons cepat setiap aduan. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN