
GIANYAR, BALIPOST.com – Kawasan wisata Ubud terus berbenah demi kenyamanan wisatawan dan masyarakat lokal. Sebagai langkah mengurai kemacetan, jajaran Polsek Ubud bersama tim gabungan menggelar aksi penertiban parkir liar di sepanjang Jalan Raya Ubud. Dalam penertiban parkir liar ini, polisi menggunakan sanksi tilang melalui sistem electronic traffic law enforcement (ETLE).
Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, S.Pd., M.H., didampingi Wakapolsek Ubud, Kompol I Wayan Antariksawan, Selasa (28/4), mengatakan, operasi tersebut melibatkan personel lintas instansi, mulai dari Satlantas Polres Gianyar, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar, hingga keterlibatan aktif Pecalang Desa Adat Ubud.
Ia menjelaskan, seluruh personel mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis namun tetap tegas dalam menegakkan aturan. Dalam penyisiran di sepanjang badan jalan utama, tim gabungan menemukan sejumlah kendaraan yang diparkir tidak pada tempatnya. Petugas memberikan edukasi langsung kepada para pemilik kendaraan mengenai dampak parkir liar terhadap arus lalu lintas.
Berdasarkan data di lapangan, tercatat
15 kendaraan dikenakan sanksi tilang elektronik melalui sistem ETLE. Sebanyak 25 pelanggar diberikan stiker teguran sebagai peringatan keras.
Kompol Putra Antara menekankan, penertiban ini bukan sekadar aksi sesaat, melainkan upaya berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan klasik kemacetan di jantung pariwisata Gianyar.
”Salah satu pemicu utama kemacetan di Ubud adalah penggunaan badan jalan untuk parkir kendaraan. Melalui penertiban ini, kami ingin menciptakan kelancaran arus lalu lintas sehingga kenyamanan wisatawan dan aktivitas warga tidak terganggu,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan unsur adat. Menurutnya, dukungan dari pecalang dan kesadaran masyarakat adalah kunci utama keberhasilan penataan kawasan Ubud.
”Kami akan terus melaksanakan kegiatan ini secara berkesinambungan. Kami sangat mengharapkan dukungan masyarakat untuk selalu mematuhi rambu-rambu yang ada demi ketertiban bersama,” imbuhnya. (Wirnaya balipost)










