Petugas Satpol PP bersama pecalang gepeng yang beroperasi di Ubud. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar melakukan tindakan tegas dalam menjaga ketertiban umum di kawasan pariwisata internasional, Ubud. Dalam operasi rutin yang digelar Selasa (5/5), petugas mengamankan 20 orang warga asal Karangasem yang kedapatan beraktivitas sebagai gelandangan dan pengemis (gepeng).

​Kepala Satpol PP, Damkar, dan Penyelamatan Kabupaten Gianyar, Putu Yudanegara mengatakan, penertiban ini bukan sekadar aksi mandiri Satpol PP, melainkan hasil kolaborasi solid di lapangan. Personel yang terlibat dalam penertiban meliputi Anggota Satpol PP Kecamatan Ubud, Babinsa setempat, Pecalang Desa Adat Ubud, dan Pecalang Padang Tegal. ​Operasi difokuskan pada titik-titik vital yang menjadi jantung pariwisata Ubud yakni Jalan Raya Pengosekan, kawasan Monkey Forest, dan Jalan Cok Sudarsana.

Baca juga:  Gunakan ABT Tanpa Izin, Satpol PP Tutup Usaha Air Minum Kemasan di Pering

Ia mengungkapkan bahwa dari 20 orang yang terjaring, komposisinya terdiri dari
​10 orang dewasa (1 laki-laki dan 9 perempuan) serta 10 orang anak-anak. ​Yudanegara menegaskan bahwa mereka yang terjaring mayoritas adalah wajah-wajah lama yang kerap kembali ke Ubud meski sudah berulang kali ditertibkan.

​”Rata-rata adalah pemain lama. Hampir setiap hari kami mengantar warga asal Karangasem ini kembali ke Dinas Sosial Karangasem untuk dipulangkan ke daerah asalnya,” ujar Yudanegara.

Baca juga:  Ngamen di Gilimanuk, Sejumlah Anak Jalanan Dipulangkan

​Pihak Satpol PP Gianyar kini menerapkan kebijakan tanpa kompromi untuk menjaga kenyamanan wisatawan dan masyarakat lokal. Yudanegara menyebut tidak akan menunggu jumlah pelanggar menumpuk untuk melakukan tindakan.

​”Kami tidak harus menunggu banyak. Satu atau dua orang pun yang terjaring akan langsung kami angkut dan proses. Penertiban ini adalah bagian dari komitmen kami menjaga citra Ubud sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman,” pungkasnya.

Baca juga:  Siswa SMKN 1 Mas Sulap Sampah Plastik Jadi Sofa

​Seluruh gepeng yang terjaring kini telah difasilitasi kepulangannya menuju Kabupaten Karangasem untuk penanganan lebih lanjut oleh Dinas Sosial setempat. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN