Bupati Gianyar Made Mahayastra di sela Rapat Paripurna penyampaian pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 Selasa (10/3). (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai memberikan dampak terhadap sektor pariwisata di Bali. Di Kabupaten Gianyar, penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mulai terasa, terutama di kawasan wisata internasional Ubud yang selama ini menjadi barometer pariwisata budaya di Pulau Dewata.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah titik vital di Ubud menunjukkan suasana yang lebih lengang dibandingkan periode sebelumnya. Kepadatan yang biasanya terlihat di jalan-jalan utama, restoran, hingga objek wisata ikonik kini tampak menyusut. Fenomena ini diduga kuat dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang melibatkan dukungan Amerika Serikat.

Baca juga:  Suplai Dua Negara Ini Turun, Bali Berpeluang Ekspor Kakao dengan Harga Tinggi

Situasi global tersebut berdampak langsung pada mobilitas wisatawan internasional, khususnya pasar Eropa yang selama ini mendominasi kunjungan ke wilayah Ubud.

Selain faktor keamanan global, mulai munculnya informasi mengenai pembatalan sejumlah penerbangan internasional menuju Bali turut memperparah potensi penurunan angka kedatangan. Kondisi ini menjadi atensi serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar, mengingat sektor pariwisata merupakan tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) wilayah tersebut.

Baca juga:  Tender Selesai, Proyek Revitalisasi Pasar Tematik Ubud Tanda Tangan Kontrak 7 Oktober

Bupati Gianyar, Made Mahayastra di sela Rapat Paripurna penyampaian pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Gianyar, selasa (10/3) mengatakan terus memantau perkembangan situasi global secara intensif. Meski dampak yang dirasakan saat ini belum terkategori signifikan, pemerintah daerah tetap mewaspadai potensi penurunan yang lebih tajam dalam beberapa bulan ke depan.

“Kami masih memantau situasi yang berkembang. Untuk saat ini belum ada kebijakan khusus yang diambil, termasuk terkait kemungkinan refocusing anggaran,” ujar Bupati Mahayastra.

Baca juga:  Lepaskan Orang ke Lingkungan Komunal, Rapid Test Tidak Cukup Jadi Indikator

Hingga saat ini, Pemkab Gianyar masih mengedepankan pemantauan dan belum menetapkan langkah darurat terkait postur anggaran daerah. Pemerintah berharap ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat segera mereda sehingga stabilitas pariwisata Bali, khususnya di Kabupaten Gianyar, dapat kembali pulih dan kunjungan wisatawan mancanegara kembali normal seperti sedia kala. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN