Kunjungan wisatawan ke DTW Alas Pala Sangeh meningkat saat libur panjang Mei 2026, didominasi wisatawan domestik meski belum signifikan.(BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kunjungan wisatawan ke Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Pala, Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, mengalami peningkatan selama libur panjang 14–17 Mei 2026 yang bertepatan dengan perayaan keagamaan. Wisatawan domestik menjadi penyumbang utama kenaikan tersebut, meski secara umum jumlahnya belum melonjak tajam.

Berdasarkan data kunjungan, pada Maret 2026 tercatat wisatawan domestik anak sebanyak 338 orang dan dewasa 1.766 orang. Sementara wisatawan asing mencapai 408 anak dan 7.884 dewasa. Memasuki April, jumlah domestik tercatat 126 anak dan 1.251 dewasa, sedangkan wisatawan asing meningkat menjadi 823 anak dan 10.586 dewasa. Namun, pada Mei hingga periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus, jumlahnya cenderung fluktuatif dengan 106 anak domestik dan 924 dewasa, serta wisatawan asing 289 anak dan 6.283 dewasa.

Baca juga:  Malas Ngantor, Anggota Polres Bangli Dipecat

Ketua Pengelola DTW Alas Pala Sangeh, Ida Bagus Gede Pujawan, mengungkapkan bahwa tren kenaikan mulai terlihat meskipun belum signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Kalau kunjungan hari ini, totaly kita akan bisa tahu nanti sore hari. Tapi melihat debit kunjungan, dari hari sebelumnya ada peningkatan sedikit, khususnya macanegara,” ujar I.B. Pujawan pada Jumat (15/5).

Ia menjelaskan, wisatawan mancanegara mendominasi kunjungan selama libur panjang ini. “Wisatawan lokal biasanya meningkat saat libur sekolah. Sekarang masih menunggu momen itu,” jelasnya,” ungkapnya.

Baca juga:  Anjlok, Kunjungan Wisatawan ke Bangli

Meski demikian, tren positif mulai terlihat sejak akhir 2025. Peningkatan kunjungan secara bertahap memberi sinyal kebangkitan sektor pariwisata, khususnya di kawasan wisata alam seperti Sangeh. “Sampai sekarang, untuk libur kali ini peningkatan kunjungan wisatawan lumayan. Tapi kami tetap bersyukur karena Sangeh masih dilirik,” terangnya.

Faktor cuaca juga disebut berpengaruh terhadap fluktuasi kunjungan. Dengan area hutan yang rimbun dan banyaknya pohon besar, pengelola mengaku harus berhati-hati dan siap melakukan penutupan sementara jika terjadi hujan deras. “Kalau hujan deras, kita tutup demi keamanan. Sistem buka-tutup ini penting agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Baca juga:  Permukiman Warga di Aliran Tukad Mati Terendam

I.B. Pujawan tetap optimistis, dengan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah, kunjungan wisatawan ke Alas Pala Sangeh akan terus meningkat dan kembali menjadi salah satu destinasi unggulan di Badung.(Parwata/balipost)

 

BAGIKAN