
BANGLI, BALIPOST.com – Kawasan daya tarik wisata Kintamani mengalami lonjakan kunjungan pada momen libur panjang Idul Fitri tahun ini. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli mencatat jumlah kunjungan meroket hingga mencapai 2.400-an wisatawan, meningkat drastis dari hari biasa yang rata-rata di angka 700 hingga 1.000 orang.
Lonjakan ini berdampak langsung pada capaian retribusi. “Kemarin tercatat pendapatan retribusi mencapai Rp73 juta, dari dua hari sebelumnya yang berada di angka Rp36 juta,” jelas Kadisparbud Bangli I Wayan Dirga Yusa, Senin (23/3).
Dikatakannya berdasarkan hasil pantauan tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Disparbud secara umum kunjuungan wisatawan lebih banyak terpusat di area kafe dan restoran sepanjang jalur Penelokan dibandingkan di area anjungan publik.
“Mobil sebagian besar menumpuk di kafe. Sepertinya wisatawan lebih memilih menikmati pemandangan Gunung dan Danau Batur dari sana. Di Anjungan Penelokan tidak terlalu padat walau lebih rame dari biasanya,” ujarnya.
Mengenai puncak kunjungan, Dirga Yusa menyebutkan bahwa berdasarkan pola tahun-tahun sebelumnya, puncak keramaian diperkirakan jatuh pada Minggu. Namun, pihaknya masih akan merangkum dan membandingkan data akhir selama tiga hari libur ini untuk memastikan tren puncaknya.
Disinggung terkait konflik di Timur Tengah, Dirga Yusa menegaskan bahwa sejauh ini pariwisata Bangli belum merasakan dampak negatif. “Sejauh ini data kunjungan di hari biasa masih terpantau normal dan stabil,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)










