Permukiman warga di sepanjang aliran Tukad Mati di Legian, Kuta, Badung, terendam banjir, Senin (6/12). (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com –  Permukiman warga di sepanjang aliran Tukad Mati di Legian, Kuta, Badung, terendam banjir, Senin (6/12). Curah hujan yang tinggi sejak Minggu (5/12) hingga Senin (6/12) mengakibatkan air sungai meluap dan merendam sejumlah rumah warga.

Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta didampingi Sekda Badung, Wayan Adi Arnawa meninjau lokasi itu pada Senin. Giri Prasta mengatakan luapan air diakibatkan adanya sedimentasi di hilir Tukad Mati, sehingga derasnya aliran air dari hulu terhambat dan meluap ke pemukiman.

Baca juga:  Pasien Sembuh dari COVID-19, Ini yang Harus Diperhatikan

“Ini karena di hilir terjadi sedimentasi endapan, sehingga menimbulkan banjir. Air dari hulu lambat mengalir kebawah,” ungkapnya.

Menurutnya, sedimentasi endapan di hilir Tukad Mati terjadi sepanjang 1,2 kilometer. Hasil kajian teknis diperkirakan menghabiskan dana Rp 500 Juta/pertahun. “Sudah dikaji secara teknis akan menghabiskan anggaran Rp 500 juta/per tahun, dan ini akan dilakukan sehingga tidak terjadi banjir ke depan,” katanya.

Guna mengatasi genangan air, Bupati Giri Prasta mengakui akan mengerahkan petugas untuk memasang pompa melempar air ke sungai. “Kita pasang pompa untuk dibuang ke sungai,” ucapnya.(Parwata/balipost)

Baca juga:  Banyak Ditemukan, Turis Berkunjung ke Pantai Tak Kenakan Masker
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *