Ngakan Ketut Putra. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Kalangan DPRD Gianyar menyampaikan dukungan penuh untuk proyek revitalisasi Pasar Umum Gianyar agar terus dilanjutkan. Hal ini disampaikan mengingat masih ada sejumlah polemik.

Mulai dari pihak Desa Adat Gianyar yang bersurat ke BPN Gianyar terkait kepemilikan lahan pasar, hingga keluhan belasan pedagang pemilik toko di selatan jalan Ngurah Rai Gianyar. Ketua Fraksi Indonesia Raya, Ngakan Ketut Putra menyatakan bahwa kalangan DPRD mendukung penuh langkah Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, agar terus melanjutkan pembangunan proyek senilai Ratusan Miliar Rupiah itu. “Dewan sudah menyetujui revitalisasi Pasar Umum Gianyar. Kebijakan Pak Bupati kami dukung penuh. Ini perencanaan sudah matang,” ujar Ngakan Putra, Rabu (20/5).

Dikatakan mekanisme sudah berjalan. Mulai dari pertemuan bersama pedagang. Hingga ribuan pedagang sempat tanda-tangan menyetujui rehab.

Ditegaskan DPRD Gianyar juga sudah menyetujui anggaran untuk merehab Pasar Umum Gianyar. Maka dari itu, dia meminta bupati tetap menjalankan revitalisasi pasar. “Bupati jalankan saja. Karena DPRD sudah setuju semua,” tegasnya.

Baca juga:  Rencana Revitalisasi Pasar Seni Sukawati Tak Jelas

Ngakan Putra menekankan jika tujuan rehab pasar ini justru untuk menjalankan roda perekonomian di tengah pandemi COVID-19. “Bila pasar sudah bagus. Tertata rapi, lebih modern, kan juga untuk rakyat Gianyar, menjadi kebanggaan kita bersama, pedagang dan pembeli akan lebih nyaman berjualan dan berbelanja di pasar,” ujarnya.

Mengenai tanah di atas lahan pasar, dewan memastikan itu sebagai tanah pemerintah. Dewan asal Lingkungan Sampiang, Kelurahan Gianyar itu mengaku dulu ada masyarakat Gianyar yang sudah diberikan tanah penukar. “Saya selaku warga Gianyar tahu betul, siapa yang dapat tanah penukar,” bebernya.

Dikatakan masyarakat Gianyar sebagian besar sudah tahu ada tanah penukar. Tanah penukar itu sudah diberikan sejak lama kepada masyarakat Gianyar, bahkan lebih luas. “Tidak ada yang keberatan soal itu. Karena semuanya sudah dapat tanah penukar. Kenapa baru sekarang diributkan?” tanyanya. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.