Personil Polres Klungkung dicek suhu tubuhnya. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Menyikapi wabah COVID-19, pihak kepolisian terus melakukan upaya pencegahan. Tidak hanya rutin menyemprotkan cairan disinfektan, seluruh personil Polres Klungkung juga melakukan screening atau cek suhu tubuh menggunakan alat thermal scanner, Kamis (19/3) pagi.

Proses screening ini dipimpin langsung Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana. Cek suhu tubuh langsung dilakukan setelah pelaksanaan apel pagi di Halaman Polres Klungkung. Pengecekan suhu tubuh dilakukan saat personil akan masuk ke Pura Mandara Kusuma Mapolres, sesaat setelah apel untuk melaksanakan persembahyangan bersama.

Kapolres mengatakan, pengecekan suhu tubuh ini bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Pengecekan suhu tubuh ini dilaksanakan setiap hari, untuk memastikan seluruh personil bebas dari wabah COVID-19. Tidak hanya bagi personil Polres Klungkung saja, masyarakat yang datang ke Polres juga dilakukan pengecekan suhu tubuh.

Menurut Kapolres, yang terpenting dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19, masyarakat harus menjaga kesehatan dan kebersihan diri ataupun lingkungan sekitarnya. Para personil diharuskan mencuci telapak tangan terlebih dahulu dengan menggunakan cairan antiseptik (hand sanitizer).

Baca juga:  Polres Klungkung Ringkus Pengedar Narkoba Jaringan Lapas

“Kami sudah tegaskan, untuk selalu melakukan langkah-langkah pencegahan. Mengingat pola penyebaran virus ini cepat sekali,” kata Alumni Akpol Angkatan Tahun 2000 ini.

Kapolres Klungkung mengajak dan membiasakan seluruh personil bertegur sapa tanpa jabat tangan untuk mengurangi kontak fisik dengan orang lain guna mencegah penyebaran Covid-19. Setelah dilakukan cek suhu tubuh, seluruh personil dipastikan sehat. Meski demikian, proses pencegahan ini akan dilakukan rutin sampai situasi benar-benar pulih.

Dalam persembahyangan bersama itu, polisi memohon keselamatan agar alam semesta beserta seluruh umat dan ciptaannya selamat dan terhindar dari penyebaran Covid-19. Tak ketinggalan, selain yang beragama Hindu, personil yang beragama Kristen dan Islam juga ikut melaksanakan persembahyangan di tempat ibadah masing-masing. (Bagiarta/balipost)