Ilustrasi. (BP/dok)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Gede Rino Radika (15) seorang pelajar asal Desa Telaga, Kecamatan Busungbiu mengalami nasib naas. Saat mengendarai sepeda motor, korban mengalami kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di Desa Ularan tepatnya di Banjar Dinas Buana Kerti Jumat (30/8).

Tragisnya, sepeda motor korban terjun ke jurang. Korban mengalami cidera kepala berat dan meningal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Kapolsek Seririt Kompol Made Uder seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK, Jumat (30/8) mengatakan, sebelum kejadian korban memgendarai sepeda motor matik DK 6036 DX datang dari Desa Telaga menuju Seririt. Di lokasi kejadian yang masuk areal Bedungan Titab, korban tiba-tiba kehilangan kendali.

Apalagi, jalan menurun dan curam diikuti tikungan tajam, sehingga sepeda motor dan korban terjun ke dalam jurang yang cukup dalam. Warga yang kebetulan lewat langsung menolong membawa korban ke rumah sakit terdekat.

Baca juga:  Adu Jangkrik, 5 Orang Luka-luka

Dalam perjalanan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan setelah mengalami cidera kepala berat hingga mengeluarkan darah dari telinga dan hidung. “Benar ada lakalantas tunggal dengan satu korban meningggal dunia ketika akan dibawa ke rumah sakit. Korban pelajar mengalami CKB akibat benturan saat kejadian,” katanya.

Terkait penyebab lakalantas, Made Uder menyebut, dari pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP), lakalantas ini murni out of control (OC). Selain itu, pihkanya menduga, saat korban melintas, tiba-tiba rem sepeda motor korban tidak berfungsi dengan baik.

Sehingga korban tidak bisa mengendalikan sepeda motornya keluar jalur dan terjun ke dalam jurang. “Masih diselidiki dan kejadian ini murni oc dan karena medan ekstrim, dugaan kami sepeda motor korban mengalami rem blong. Untuk memastikan itu, Unit Lantas masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.