Suasana di TPI Pengambengan sepi karena banyak perahu yang memilih tidak melaut karena cuaca buruk. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Cuaca buruk yang terjadi belakangan ini berdampak pada sektor perikanan tangkap. Puluhan pasang perahu penangkap ikan Selerek (purse seine) di Pengambengan sejak beberapa hari terakhir tidak melaut. Selain dipicu minimnya tangkapan ikan, para nelayan perahu tangkap jaring ini juga mengantisipasi cuaca buruk di tengah laut. Kosongnya tangkapan ikan itu juga berdampak pada sektor perekonomian di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan.

Seperti yang terlihat Selasa (29/1) kemarin di TPI Pengambengan. Aktivitas jual beli ikan yang sebelumnya ramai, seketika berubah sepi. Kendatipun ada perahu yang nekat melaut, namun saat kembali bersandar tanpa hasil tangkapan.  Sepinya tangkapan ikan ini juga berdampak pada aktivitas pendukung perikanan lainnya di pelabuhan. Mulai tukang panol, blantik hingga pedagang juga turut merasakan tidak adanya aktivitas penangkapan ikan.

“Kalau ramai tangkapan semua dapat hasil. Terutama tenaga buruh yang di sekitar dermaga. Sekarang sepi ya berbanding terbalik. Semua juga terdampak. Semoga saja tidak lama,” ujar Suparno, salah seorang nelayan. Mereka berharap agar situasi kembali seperti saat akhir tahun lalu. Dimana tangkapan cukup melimpah setelah hampir dua tahun paceklik ikan.

Baca juga:  Pascapenutupan Sementara karena Cuaca Buruk, Pelabuhan Tribuana Kusamba Dibuka

Kepala TPI Pengambengan, Putu Adi Astawa, mengatakan kondisi sepi ikan itu sudah terjadi sekitar 10 hari belakangan ini. Salah satu pemicunya adalah cuaca buruk yang sering terjadi di tengah Selat Bali. Termasuk pada Senin (28/1) malam, banyak perahu yang tidak melaut karena cuaca buruk. Hujan angin terjadi di sekitar Pengambengan sehingga nelayan mengurungkan mencari ikan. Selama beberapa hari ini memang ada beberapa perahu yang masih melaut, tetapi begitu kembali pada esok harinya tidak ada hasil tangkapan. Jumlah perahu Selerek yang aktif tidak sebanyak pada akhir tahun 2018 lalu. (surya dharma/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.