Ilustrasi nelayan. (BP/dok)

SINGASANA, BALIPOST.com – Upaya memperkuat sektor kelautan dan perikanan terus dilakukan pemerintah kabupaten Tabanan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan. Salah satunya pengadaan alat tangkap yang direalisasikan di tahun 2026 ini berupa ratusan unit jaring sebagai sarana penunjang aktivitas melaut bagi kelompok nelayan di wilayah pesisir.

Melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan, sebanyak 260 buah jaring tangkap akan disalurkan kepada 11 kelompok nelayan dengan total anggaran sekitar Rp210 juta. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nelayan yang selama ini mengusulkan bantuan alat tangkap guna meningkatkan hasil tangkapan.

Baca juga:  Dinas Ancam Tarik Kartu Nelayan Bila Ada Manipulasi Penerima Mesin Tempel

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan, I Gede Bogarada, menjelaskan bantuan jaring tersebut direncanakan mulai diserahkan pada pertengahan tahun 2026 setelah seluruh proses administrasi rampung.

“Pengadaan jaring ini menyesuaikan dengan kebutuhan yang diajukan nelayan, sehingga bisa langsung dimanfaatkan saat musim tangkap,” ujarnya, Minggu (18/1).

Bogarada menambahkan sebelumnya nelayan juga mengusulkan bantuan bubu tradisional. Namun, usulan tersebut belum dapat direalisasikan karena ketersediaan produk pada sistem E-Katalog belum sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan nelayan lokal. Produk bubu yang tersedia berbahan besi dan kapasitasnya dinilai kurang cocok untuk jenis tangkapan nelayan Tabanan.

Baca juga:  Dibandingkan Negara ASEAN Lainnya, Produktivitas Pekerja Indonesia Tergolong Rendah

Sebaran penerima bantuan jaring meliputi dua kelompok nelayan di Kecamatan Kediri, dua kelompok di Kerambitan, dua kelompok di Selemadeg, dua kelompok di Selemadeg Timur, dua kelompok di Selemadeg Barat, serta satu kelompok di Kecamatan Tabanan. Pemerintah berharap distribusi bantuan ini dapat mendorong pemerataan dukungan bagi nelayan di berbagai wilayah pesisir.

Selain dukungan dari APBD, peluang bantuan alat tangkap dari pemerintah pusat juga tengah diupayakan. Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan jenis alat tangkap yang akan diusulkan melalui koordinasi dengan perwakilan rakyat di tingkat pusat.

Baca juga:  Mancing Ikan di Selat Bali, Temukan Mayat

“Pengajuan bantuan ke pusat biasanya disesuaikan dengan kuota yang tersedia. Tidak semua usulan bisa direalisasikan penuh, namun kami tetap optimistis ada tambahan dukungan berupa mesin atau jaring berkapasitas lebih besar,” jelas Bogarada.

Melalui program ini, lanjut kata Bogarada diharapkan aktivitas melaut nelayan semakin produktif dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.(Puspawati/balipost)

BAGIKAN