Personel Satpolairud Polresta Denpasar menyambangi nelayan di Pantai Kedonganan, Kuta. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Badai siklon yang terjadi hingga saat ini menimbulkan cuaca ekstrem. Kondisi tersebut berdampak pada kehidupan para nelayan yang tidak bisa melaut. Kebutuhan ikan di Bali pun didatangkan dari luar pulau lewat darat.

Kasatpolairud Polresta Denpasar Kompol Wiastu Andrie Prajitno, Sabtu (24/1), menyampaikan bahwa pihaknya terus menyambangi para nelayan untuk mengimbau mereka supaya tidak nekat melaut. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi kecelakaan di laut akibat gelombang tinggi.

Baca juga:  Kunjungan Wisman ke Bali pada Januari 2024 Alami Penurunan

“Kami melaksanakan cooling system dengan memberikan imbauan dan pesan-pesan kamtibmas kepada kelompok nelayan, pedagang dan pekerja di pesisir pantai,” ujarnya.

Pihaknya terus memantau perkembangan situasi di wilayah pantai yang ada kelompok nelayannya. Berkoordinasi dengan instansi dan desa adat setempat untuk bersama-sama antisipasi dampak cuaca ekstrem serta respon cepat beri bantuan SAR dan evakuasi bila terjadi laka laut.

Satpolairud juga mengingatkan para nelayan agar selalu mengamankan perahu seperti mengikat lebih kencang agar tidak terbawa air. Selain itu, mengamankan barang-barangnya seperti alat pancing maupun mesin perahu.

Baca juga:  Oknum Pengurus Yayasan Diduga Korupsi Dana Hibah

Untuk kelompok nelayan yang ada di wilayah hukum Polresta Denpasar yakni Kelompok Nelayan Samudra Jaya I dan Kelompok Nelayan Samudra Jaya II di Pantai Kuta, Kelompok Nelayan Samudra Jaya III di Pantai Jerman, Kelompok Nelayan Samudra Jaya IV di Pantai Sekeh, Kelompok Nelayan Segara Ayu di Pantai Kedonganan, dan Kelompok Nelayan Putra Bali di Pantai Jimbaran.

Selanjutnya, masyarakat yang memiliki usaha UMKM di pesisir Pantai Kuta, Legian, Seminyak, Jerman, Sekeh, Kedonganan, dan Jimbaran.

Baca juga:  Tingkatkan Produktivitas, Ribuan Nelayan Gunakan "Laut Nusantara"

“Untuk membantu para nelayan saat mereka tidak bisa melaut dengan memberikan tali kasih berupa sembako. Termasuk pekerja di seputaran pantai mengingatkan cuaca ekstrem sehingga belum bisa melaksanakan aktivitas di laut maupun pesisir,” kata mantan Wakapolsek Denpasar Selatan ini. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN