Gubernur Bali, Wayan Koster. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem dengan hujan yang turun tanpa henti sejak akhir pekan melanda hampir seluruh wilayah Bali. Intensitas hujan yang tinggi terjadi sejak Sabtu, baik siang maupun malam hari.

Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan bahwa hujan kali ini memang terjadi merata di Pulau Dewata. “Ya (hujannya merata,red), karena dari Sabtu hujannya tak henti. Dari pagi sampai malam, dari malam sampai pagi,” ujar Koster saat diwawancara di Ruang Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (24/2) sore.

Baca juga:  Di Peringatan Hari Malaria Sedunia, Koster Beber Terobosan Program Kesehatan dan Lingkungan

Koster mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengurangi aktivitas bepergian jika tidak terlalu mendesak, terutama melalui jalur-jalur yang dikenal rawan banjir. “Ya, berhati-hati. Kalau tidak perlu sekali, hindari bepergian yang jauh. Apalagi ada jalur atau jarak rawan banjir,” katanya.

Terkait kemungkinan pembentukan posko khusus penanganan cuaca ekstrem, Koster menyatakan Pemerintah Provinsi Bali telah memiliki perangkat penanganan bencana yang memadai, yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Kita kan sudah punya BPBD. Cukup itu saja untuk mengatasi,” tegasnya.

Baca juga:  Tak Puas Penjelasan Kampus, Ayah Mahasiswa Unud Meninggal Datangi Polresta

Sementara itu, upaya mitigasi telah dilakukan oleh BPBD Bali dengan memasang alat deteksi dini banjir di sejumlah titik rawan. Sistem peringatan berupa sirine akan berbunyi jika terjadi kenaikan debit air yang membahayakan.

“BPBD sudah memasang alat untuk deteksi dini banjir. Kalau memang ada hal yang rawan, ada sirine yang berbunyi untuk penanganan,” jelasnya.

Meski hujan mengguyur intens, hingga saat ini dilaporkan tidak ada korban jiwa. Selain itu, belum ada laporan wisatawan yang harus dievakuasi akibat dampak cuaca ekstrem.

Baca juga:  Pembunuhan Anggota Ormas, Ini Kata Kapolresta Soal "Finance" Sewa Penagih Hutang

“Wisatawan? Belum ada. Belum ada yang dievakuasi. Belum berpikir ke situ. Tadi pemantauan BPBD belum pakai alat evakuasi,” pungkas Koster.

Pemerintah Provinsi Bali terus melakukan pemantauan situasi secara berkala dan mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dari instansi terkait. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN