perhubungan
Sejumlah pesawat parkir di apron Bandara Ngurah Rai. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Badung sejak Sabtu (21/2) hingga Selasa (24/2) berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi saat dikonfirmasi Selasa (24/2) mengatakan operasional bandara tetap berjalan normal. Meski demikian, hingga saat ini tercatat tiga penerbangan terdampak akibat kondisi cuaca tersebut.

Baca juga:  Buntut Ubah Nama Pantai Serangan, Anggota DPR Surati KEK Kura-Kura Bali

Ada pun penerbangan yang terdampak yakni kedatangan Cebu Pacific nomor penerbangan 5J 281 rute Manila–Denpasar yang dialihkan ke Makassar pada pukul 00.12 WITA.

Penerbangan tersebut telah mendarat di Denpasar pada pukul 05.40 WITA. Indonesia Air Asia nomor penerbangan QZ 247 rute Phuket–Denpasar juga dialihkan ke Jakarta pada pukul 01.05 WITA dan telah tiba di Denpasar pada pukul 07.02 WITA.

“Sementara keberangkatan Cebu Pacific nomor penerbangan 5J 282 rute Denpasar–Manila yang dijadwalkan terbang pukul 01.00 WITA baru diberangkatkan pada pukul 04.00 WITA,” ungkapnya.

Baca juga:  Keributan Gegara Pria NTT Tantang Warga di Kapal Berujung Damai

PT Angkasa Pura Indonesia selaku pengelola bandara terus berkoordinasi dengan BMKG dan AirNav Indonesia untuk memantau perkembangan cuaca demi memastikan keselamatan dan keamanan penumpang.

Manajemen juga memastikan seluruh infrastruktur dan fasilitas terminal tetap dalam kondisi prima agar layanan kepada pengguna jasa tetap optimal.

“Kepada seluruh pengguna jasa Bandara Ngurah Rai diimbau untuk tiba lebih awal di bandara dan senantiasa memantau kondisi lalu lintas menuju bandara demi kelancaran perjalanan. Kami juga mengimbau kepada para pengguna jasa agar dapat berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk mengetahui informasi penerbangan terkini,” katanya.(Parwata/balipost)

Baca juga:  Zona Orange Ini, Tambah Kasus Lampaui 400 Orang dan Kematian Terbanyak
BAGIKAN