Kondisi bangunan yang roboh akibat angin kencang, Kamis (5/3). (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Tabanan sejak Rabu (4/3) malam hingga Kamis (5/3) tak hanya mengakibatkan sejumlah pohon tumbang, melainkan juga mengakibatkan kerusakan bangunan. Seperti yang terjadi di Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan.

Sebuah bangunan bale linggih di Merajan Agung Rsi Wanasari ambruk diterjang angin.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, sekitar pukul 12.30 WITA. Bangunan suci berukuran sekitar 5 meter x 2,5 meter itu roboh secara tiba-tiba saat angin bertiup kencang.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena saat kejadian tidak ada warga yang berada di sekitar lokasi. “Sekitar pukul 12.30 WITA saat angin kencang. Tiba-tiba bangunan bale linggih itu ambruk,” jelasnya.

Baca juga:  Disoroti, Pemasangan APK di Billboard

Meski tidak menimbulkan korban, kerusakan tersebut menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp50 juta. Selain di Desa Wanasari, kerusakan bangunan suci juga dilaporkan terjadi di Pura Pucak Tinggah, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti. Berdasarkan laporan awal dari pihak kecamatan, dua unit bangunan di pura tersebut mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang.

“Rencananya besok, Jumat (6/3), kami akan melakukan assessment ke lokasi bersama Camat Baturiti. Saat ini anggota kami masih berpencar menangani pohon tumbang di beberapa titik,” ungkapnya.

Data BPBD Tabanan mencatat dampak cuaca ekstrem sejak Rabu malam terjadi secara menyebar di sejumlah wilayah. Di Banjar Dinas Petiles, Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, pohon lapuk tumbang dan menimpa bangunan Pura Gangga Sari hingga merusak Palinggih Ratu Nyoman, candi bentar, dan bale pamujan.

Baca juga:  Bupati Sanjaya dan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hadir di Wanasari

Memasuki Kamis dini hari, kejadian pohon tumbang juga meningkat di beberapa jalur utama. Sekitar pukul 00.30 WITA, pohon tumbang menimpa satu unit mobil sekaligus menutup badan jalan di Jalan Tukad Yeh Empas Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri.

Kejadian serupa juga sempat menutup jalur utama Denpasar–Gilimanuk di wilayah Bonian, Soka Kelod, dan Berembeng di Kecamatan Selemadeg dan Selemadeg Barat. Arus lalu lintas sempat terganggu sebelum akhirnya berhasil ditangani oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tabanan.

Kerusakan rumah warga juga dilaporkan terjadi di Banjar Kesiut Kangin, Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan, sekitar pukul 03.00 WITA setelah pohon tumbang menimpa bangunan rumah dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp15 juta. Pada waktu yang hampir bersamaan, pohon kelapa juga tumbang dan menutup akses jalan menuju rumah warga di Banjar Dinas Samsam II, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan.

Baca juga:  Dua Kabupaten Ini, Prevalensi Stuntingnya Tertinggi di Bali

Sementara, di wilayah kota Tabanan, pohon tumbang menimpa bale piasan di Pura Batur Kamasan, Desa Dajan Peken, sekitar pukul 02.00 WITA, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp25 juta. Gangguan akses jalan juga sempat terjadi di wilayah Pangkung Karung dan Seronggo di Kecamatan Kerambitan, serta pada jalan penghubung di Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel, akibat pohon tumbang yang melintang di badan jalan. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN