Deretan rumah warga di perumahan Widuri Permai, Denpasar yang tergenang air, Selasa (24/2). Hujan berkepanjangan yang mengguyur menyebabkan sejumlah titik di Denpasar tergenang luapan air. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang melanda sejumlah wilayah di Bali dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi faktor klimatologis dan dinamika atmosfer global.

Prakirawan Cuaca Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Putu Agus Dedy Permana, menjelaskan bahwa secara klimatologis Februari merupakan puncak musim hujan di Bali.

“Selain itu, hujan yang terjadi saat ini juga dipengaruhi oleh aktivasi Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Samudera Hindia yang berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, termasuk Bali,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (24/2).

Baca juga:  Mantan Penjabat MA Ditangkap di Jimbaran, Kejagung Sita Hampir Rp1 Triliun

Ia menambahkan, kondisi atmosfer saat ini menunjukkan massa udara basah yang cukup signifikan mulai dari lapisan bawah hingga lapisan atas. Situasi tersebut diperkuat dengan terbentuknya daerah konvergensi dan belokan angin di sekitar wilayah Bali.

“Perlambatan massa udara ini mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang,” jelasnya.

Berdasarkan analisis terkini, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi masih akan terjadi hingga tiga hari ke depan. BBMKG Wilayah III Denpasar memastikan akan terus memperbarui perkembangan cuaca setiap hari.

Baca juga:  Gempa Kembali Mengguncang, Kekuatannya 5,4 SR

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi dampak yang dapat ditimbulkan, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang akibat angin kencang, terutama di wilayah yang selama ini rawan bencana hidrometeorologi. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN