Arsip foto sejumlah rumah warga dilanda banjir rob di Pengambengan. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi pasang maksimum air laut di wilayah pesisir Bali pada 17–25 April 2026.

Peringatan ini dipicu oleh fenomena fase bulan baru pada 17 April serta perigee atau jarak terdekat bulan ke bumi pada 19 April 2026, yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut secara signifikan.

Sejumlah wilayah pesisir yang berpotensi terdampak meliputi pesisir selatan Jembrana, Tabanan, Badung, Kota Denpasar, Gianyar, hingga selatan Klungkung.

Baca juga:  DPR Dorong Larangan Penggunaan Bitcoin di Bali

Kepala Balai Besar MKG Wilayah III, Cahyo Nugroho, Kamis (16/4) menyebut potensi banjir pesisir (rob) dapat terjadi pada waktu yang berbeda di tiap wilayah, tergantung kondisi pasang surut. Dampaknya diperkirakan mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan, permukiman pesisir, hingga kegiatan tambak garam dan perikanan darat.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan siaga menghadapi potensi pasang maksimum ini, serta terus memantau informasi cuaca maritim terbaru dari BMKG. (Ketut Winata/balipost)

Baca juga:  Puluhan Gempa Kecil Guncang Karangasem dalam 2 Hari Terakhir, Ini Penjelasan BMKG
BAGIKAN