Seorang warga berjalan di pematang terdapat pohon pisang yang diterpa angin kencang di Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Angin kencang menerjang sebagian besar wilayah Bali, Rabu (4/3) malam. Kecepatan angin tercatat mencapai 37 knot atau sekitar 65 km/jam.

Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah III Denpasar, Lia Cahyani, mengungkapkan bahwa hampir seluruh kabupaten/kota di Bali terdampak hembusan angin kencang tersebut.

“Untuk kecepatan angin semalam tercatat 37 knot atau kurang lebih 65 km/jam. Dari pantauan kami, sebagian besar wilayah Bali semalam terkena dampak angin kencang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/3) pagi.

Ia menambahkan, potensi angin kencang masih dapat terjadi dalam tiga hari ke depan sehingga masyarakat diminta tetap waspada.

Baca juga:  Dari Siswa SMP Tumbangkan Pesilat Pelatnas hingga Sampah di TPA Mandung Meluber

Dalam siaran pers terpisah, BMKG mengidentifikasi adanya perkembangan signifikan dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di Bali pada hingga 8 Maret 2026.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III, Cahyo Nugroho, menjelaskan sejumlah faktor pemicu cuaca ekstrem tersebut. Terbentuknya pola pertemuan massa udara (konvergensi) di sekitar Bali serta aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 4 atau Maritime Continent, disebut berkontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan.

Selain itu, bibit siklon tropis 90S yang saat ini berada di perairan selatan Samudera Hindia barat daya Banten bergerak ke arah timur menuju perairan selatan Bali. Pergerakan ini berpotensi meningkatkan curah hujan dan kecepatan angin di wilayah Bali.

Baca juga:  Bawaslu Jembrana Terima Laporan Dugaan Perusakan APK

Kondisi tersebut diperkuat dengan adanya gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin yang diprediksi melintasi Bali dalam beberapa hari ke depan.

BMKG memetakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang berpeluang terjadi di seluruh wilayah di Bali. Wilayah-wilayah tersebut berpotensi mengalami banjir, banjir bandang, hingga longsor, tergantung tingkat kerawanan masing-masing daerah.

Selain itu, masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas laut diminta mewaspadai tinggi gelombang 1,25 hingga 3,5 meter di Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, dan perairan selatan Bali.

Baca juga:  Destinasi Pariwisata Ditargetkan Mulai Dibuka di Oktober 2020, Selanjutnya Apa?

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap aman.

Dengan dinamika atmosfer yang masih aktif hingga sepekan ke depan, kewaspadaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem di Bali. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN