Perahu nelayan asal Air Kuning yang terbalik dan terdampar di Perairan Tembles, Desa Penyaringan, Mendoyo, Selasa (20/1).  (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem yang melanda perairan Jembrana, pada Selasa (20/1) mengakibatkan sebuah perahu nelayan terbalik dan terdampar di Pantai Anyar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Perahu berwarna kuning muda bertuliskan Rembulan itu ditemukan dalam kondisi rusak di pesisir pantai.

Perahu terbalik tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga setempat, I Kade Suardika alias Dek Ngacur, warga Banjar Tegak Gede, Desa Yehembang Kangin, yang bekerja sebagai karyawan vila di kawasan Tembles. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak berwajib.

Baca juga:  Pelabuhan Gunaksa Semakin Hancur, Pembangunan Telan Rp 230 Miliar

Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, perahu yang terdampar diketahui milik seorang nelayan bernama Safudin (54), warga Banjar Tengah, Desa Air Kuning, Kecamatan Mendoyo.

Menurut keterangan, kejadian bermula saat pelapor hendak mengikuti kegiatan gotong royong di Pura Dalem Banjar Anyar Tembles pada pagi hari. Setibanya di lokasi, pelapor mendapat informasi dari pengelola vila mengenai adanya benda besar yang menyerupai kayu di tepi pantai. Saat dicek, benda tersebut ternyata sebuah perahu nelayan yang terbalik. “Perahu ditemukan dalam kondisi rusak, namun mesin masih terpasang. Di lokasi juga tidak ditemukan pemiliknya,” ujar Sartika.

Baca juga:  Akan Berakhir, Paceklik Ikan Nelayan Selerek di Jembrana

Karena tidak ada orang di sekitar perahu, pelapor kemudian mengamankan mesin serta sejumlah peralatan melaut dan memindahkannya ke tempat yang lebih aman di pinggir pantai. Penemuan tersebut selanjutnya diinformasikan kepada kelompok nelayan setempat untuk menelusuri pemilik perahu.

Dari hasil penelusuran dan informasi Bhabinkamtibmas Desa Air Kuning, Aiptu Dwi Wahyu, diketahui bahwa perahu tersebut milik Safudin. Kelian Banjar Tengah Desa Air Kuning juga memastikan bahwa pemilik perahu dalam keadaan selamat dan sudah berada di rumahnya.

Baca juga:  Enam Hari Pencarian Nelayan Masih Nihil

Korban bersama keluarga kemudian datang ke Pantai Anyar Tembles untuk memastikan kondisi perahu miliknya. Kepada petugas, Safudin mengungkapkan bahwa sekitar pukul 04.00 Wita perahunya dihantam ombak besar hingga terbalik. Ia kemudian meninggalkan perahu dan kembali ke rumahnya demi keselamatan. “Perahu sudah diserahkan kembali kepada pemiliknya,” tegas Kompol I Wayan Sartika. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN