Suasana salah satu pasar tradisional di wilayah Kabupaten Tabanan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Sejumlah komoditas bahan pokok di pasar tradisional Kabupaten Tabanan mulai merangkak naik dalam sepekan terakhir. Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai dan bawang merah, yang dipicu faktor cuaca hujan yang memengaruhi hasil panen serta meningkatnya permintaan menjelang hari raya.

Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kabupaten Tabanan untuk harga pada Minggu kedua Februari 2026 (9 Februari 2026), beberapa komoditas sempat mengalami penurunan harga. Contohnya, sawi putih turun dari Rp10.000 menjadi Rp8.000 per kilogram, wortel dari Rp20.000 menjadi Rp17.000, serta minyak goreng merek Minyak Kita dari Rp18.000 menjadi Rp15.700. Harga daging babi juga turun dari Rp85.000 menjadi Rp80.000 per kilogram.

Baca juga:  Penyetopan Sampah Organik ke TPA Suwung Sudah Didahului Sosialisasi PSBS

Namun, pada periode yang sama, sejumlah jenis cabai mulai menunjukkan kenaikan harga. Cabai merah besar dan cabai merah keriting naik dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Cabai rawit merah meningkat dari Rp70.000 menjadi Rp78.000 per kilogram.

Memasuki minggu ketiga di Februari 2026 (18 Februari 2026), tren kenaikan semakin terasa. Cabai merah keriting kembali naik dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Cabai rawit merah melonjak dari Rp78.000 menjadi Rp90.000 per kilogram. Bawang merah turut naik dari Rp30.000 menjadi Rp33.000 per kilogram.

Sementara itu, wortel kembali turun dari Rp17.000 menjadi Rp15.000 per kilogram. Daging ayam ras/boiler naik tipis dari Rp42.000 menjadi Rp43.000 per kilogram.

Baca juga:  Dirjen Kemendag: TikTok Shop Belum Ajikan Izin Berjualan

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Tabanan, Ni Ketut Sukartini menjelaskan, kenaikan sejumlah komoditi dipengaruhi faktor cuaca. “Saat ini musim hujan sehingga hasil panen kurang maksimal. Pasokan berkurang, sementara permintaan tetap ada bahkan cenderung meningkat,” ujarnya, Minggu (22/2).

Khusus untuk daging ayam, lanjutnya, kenaikan dipicu lonjakan permintaan menjelang hari raya serta tingginya kebutuhan untuk program MBG yang turut mendongkrak serapan pasar. Di sisi lain, kenaikan harga cabai mulai dirasakan masyarakat. Salah seorang ibu rumah tangga di Tabanan, Desak Ayu Sulastri mengaku harus menyesuaikan belanja dapur akibat lonjakan harga cabai rawit yang menyentuh Rp90.000 per kilogram.

Baca juga:  Sukseskan Swasembada Bawang Putih 2019, Tabanan Terima Program Hortikultura 

“Biasanya beli setengah kilo untuk stok beberapa hari, sekarang beli seperempat kilo saja. Terpaksa dikurangi supaya pengeluaran tidak membengkak,” ujarnya saat ditemui di pasar.

Menurutnya, cabai dan bawang merupakan kebutuhan pokok yang sulit digantikan dalam masakan sehari-hari. Karena itu, ia berharap harga bisa kembali stabil dalam waktu dekat

Disperindag Tabanan memastikan pemantauan harga akan terus dilakukan secara berkala. Monitoring lanjutan terhadap pergerakan harga di pasar dijadwalkan kembali pada Senin (23/2) guna mengantisipasi potensi lonjakan menjelang hari besar keagamaan. “Kami akan kroscek kembali untuk harga di pasar, Senin besok, semoga tidak ada lagi kenaikan harga,” ucap Ketut Sukartini. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN