
DENPASAR, BALIPOST.com – Harga daging ayam di pasaran meningkat dan saat ini menyentuh Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Kenaikan ini bukan dikarenakan tingginya permintaan karena adanya program Makan Bergizi Gratis.
Menurut Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Broiler Bali, I Wayan Eka Murka, Selasa (10/2), MBG tidak berpengaruh besar terhadap kenaikan harga ayam. “MBG tidak pengaruh besar pada kenaikan harga. Itu lebih dipengaruhi oleh limit DOC,” imbuhnya.
ia mengatakan, saat ini stok DOC tergolong minim. Dari segi harga pun mengalami kenaikan sekitar Rp600 hingga Rp800 per ekor.
Selain itu, kata Eka, harga pakan juga mengalami kenaikan sekitar Rp600 per kilogram secara bertahap. “Ini membuat HPP (harga proses produksi) jadi naik sehingga harga daging ayam pun ikut naik,” terangnya.
Saat ini harga ayam hidup di peternak mencapai Rp26.000 per kilogram. Sementara, break event point (BEP) ayam di peternak Rp23.000 per kilogram. Dengan harga tersebut di kandang, menurutnya, harga Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram masih tergolong wajar.
“Harusnya harga Rp38.000 per kilogram hingga Rp40.000 per kilogram masih bisa diberlakukan di pasar. Tidak sampai di atas Rp40.000,” jelasnya. (Widiastuti/balipost)










