Siswa-siswi salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Denpasar sedang menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG). Sekitar 82.267 orang telah menerima program MBG di Kota Denpasar, penerima tersebut didominasi siswa-siswi sekolah. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Denpasar telah diterima oleh 82.267 orang yang menyasar siswa, guru, ibu hamil, ibu menyusui hingga balita. Dari jumlah tersebut kelompok penerima yang mendominasi adalah siswa.

Jumlahnya, menurut Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudiaan, dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar, AA Gde Wiratama, mencapai 72.495 orang dari TK hingga SMA/SMK.

Ia mengatakan, penyaluran MBG dilakukan melalui sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di masing-masing wilayah. Dari total jumlah penerima MBG di Denpasar yang mencapai 82.267 orang di dominasi oleh siswa yang mencapai 72.495 orang dari jenjang TK hingga SMA/SMK.

Secara rinci jumlah siswa yang sudah menerima MBG terdiri TK/PAUD 2.413 siswa, SD sebanyak 30.014 siswa, jenjang SMP 21.199 siswa, SMK sebanyak 9.776 siswa, SMA 8.833 siswa, serta SLB sebanyak 260 siswa. “Khusus di sekolah, program ini bertujuan mendukung pemenuhan gizi siswa, tenaga pendidik dan staf sekolah sebagai bagian dari penguatan layanan pendidikan,” katanya, Kamis (5/2).

Baca juga:  Menkeu Ungkap Total Anggaran Makan Bergizi Gratis Capai Rp71 Triliun

Demikian Untuk guru atau tenaga pendidik yang telah disasar MBG sebanyak 3.207 orang. Selain itu, program ini juga menyasar 5.631 balita, 584 ibu menyusui, serta 350 ibu hamil.

Dalam penyaluran MBG ini, pada masing-masing kecamatan di Denpasar telah dibentuk SPPG. Mulai dari Kecamatan Denpasar Selatan (Densel), terdapat 10 titik layanan SPPG dengan total penerima manfaat mencapai 24.701 orang. Sebaran di Densel ada di SPPG Sidakarya dengan total 4.131 penerima, disusul SPPG Panjer 3.379 penerima dan SPPG Pemogan 3.978 penerima. Kemudian SPPG Sanur melayani 2.856 orang, sedangkan SPPG Renon mencatatkan 2.882 penerima.

Dilanjutkan SPPG Sesetan 1.571 penerima, SPPG Panjer 2 dengan 1.413 penerima, dan SPPG Renon 2 dengan 1.365 penerima. Dua unit lainnya, yakni SPPG Renon 3 dan SPPG Panjer 3 yang masih berstatus belum operasional, masing-masing ditargetkan melayani 1.023 dan 2.103 penerima.

Baca juga:  SIM Keliling di Bali 19 September 2025, Cek Lokasinya

Beralih ke Kecamatan Denpasar Timur (Dentim), tercatat ada 7 unit SPPG dengan total penerima manfaat sebanyak 20.557 orang. Di Dentim sendiri ada di SPPG Sumerta Kelod dan SPPG Kesiman masing-masing melayani 4.000 dan 4.221 orang.

SPPG Polda Bali dengan 3.579 penerima, SPPG Kesiman Petilan 2.939 penerima, SPPG Kesiman Petilan 2 dengan 1.635 penerima, serta SPPG Penatih 1.430 penerima. Sementara itu, SPPG Penatih Dangin Puri melayani total 2.753 penerima manfaat.

Di Kecamatan Denpasar Utara (Denut) SPPG ada di 8 titik dengan akumulasi penerima manfaat mencapai 20.026 orang. Unit-unit yang telah beroperasi antara lain SPPG Peguyangan Kaja 2.831 penerima, SPPG Peguyangan 2.984 penerima, dan SPPG Pemecutan Kaja 2.994 penerima. SPPG Dangin Puri Kangin mencatatkan 2.722 penerima.

Beberapa unit lain yang dijadwalkan segera beroperasi penuh pada awal 2026 meliputi SPPG Peguyangan Kangin 2 3.032 penerima, SPPG Dangin Puri Kaja 2 dengan 1.161 penerima, SPPG Peguyangan 2 dengan 1.365 penerima, serta SPPG Pemecutan Kaja 2 dengan 2.937 penerima.

Baca juga:  Program MBG Baru Sasar Tiga Kecamatan di Bangli

Terakhir, Kecamatan Denpasar Barat (Denbar) memiliki 6 unit layanan dengan total penerima manfaat sebanyak 16.887 orang. Sebaran SPPG di Denbar yakni SPPG Pemecutan dan SPPG Pemecutan 2 menjadi titik layanan terbesar di wilayah ini, masing-masing melayani 3.822 dan 3.948 orang. SPPG Tegal Harum melayani 2.532 penerima, sementara SPPG Padangsambian mencakup 2.621 penerima.

SPPG Pemecutan Kelod dengan 2.143 penerima, dan SPPG Padangsambian Kelod 2 melengkapi layanan di wilayah ini dengan 1.821 penerima manfaat.

Sebelumnya Ketua Komisi IV DPRD Denpasar I Wayan Duaja mendorong agar MBG bisa diterima oleh seluruh siswa di Denpasar. Terutama untuk sekolah negeri ditarget April MBG sudah bisa menjangkau semua siswa. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN