Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Buleleng, Rusdianto. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Buleleng mulai merancang buku resep Program Makan Bergizi (MBG) sebagai upaya standarisasi menu sekaligus memetakan selera penerima manfaat di berbagai wilayah. Seluruh menu MBG yang telah dijalankan selama ini akan dihimpun dan didokumentasikan dalam satu buku.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Buleleng, Rusdianto, dikonfirmasi, Senin (19/1), mengatakan, setiap menu MBG yang disajikan telah tercatat secara lengkap, mulai dari bahan baku, takaran, hingga kandungan gizinya. Data tersebut kini tengah disiapkan untuk diolah menjadi buku resep. “Semua menu itu sebenarnya sudah terdokumentasi. Tinggal kita olah nanti mau dibuat versi digital atau dicetak, masih kita cari alternatif terbaik,” ujar Rusdianto.

Baca juga:  Bergerak Atasi Stunting, PAKIS Karangasem Dorong lewat ”Pararem” Tabanan dan Denpasar Tekankan Kolaborasi

Ia menjelaskan, pencatatan menu dilakukan secara rutin oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama saat ada menu baru. Data tersebut menjadi dasar penyusunan buku resep agar menu MBG yang disajikan tetap terkontrol dari sisi gizi dan kualitas.

Pada tahap awal, seluruh menu MBG akan dihimpun tanpa seleksi. Namun ke depan, masing-masing SPPG akan diminta menentukan menu favorit sebagai bahan evaluasi bersama. “Dari buku menu ini nanti kita bisa saling tahu menu yang disukai atau kurang diminati. Itu bisa jadi pertimbangan antar-SPPG dalam menyusun menu berikutnya,” jelas pria asal Seririt, Buleleng ini.

Baca juga:  MBG Perdana di Buleleng Sasar 15 Sekolah

BGN Buleleng juga mencatat adanya perbedaan kecenderungan selera menu antara wilayah pedesaan dan perkotaan, meskipun belum dilakukan kajian ilmiah secara khusus. Berdasarkan pengamatan di lapangan, masyarakat di wilayah desa cenderung menyukai menu sederhana. “Di desa itu lebih suka menu seperti lalapan, telur ceplok, ayam goreng. Sederhana tapi disukai,” katanya.

Sementara itu, di wilayah perkotaan, permintaan menu lebih mengarah pada makanan modern atau kekinian, seperti chicken katsu, mi, hingga burger. Bahkan, permintaan menu mi sempat cukup tinggi.

Baca juga:  Jalan Berlubang di Kapal Timbulkan Kemacetan, Ini Kata PUPR Badung

“Pernah juga kami sajikan mi, karena mitra dapur memang bisa membuat sendiri dan gizinya sudah ditakar. Tapi sempat diminta dikurangi karena ada anggapan mi itu tidak sehat,” ungkap Rusdianto. (Yudha/balipost)

BAGIKAN