
NEGARA, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Rabu (4/2) sore. Selain menyebabkan penundaan sementara arus penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk–Ketapang, angin kencang juga mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah bangunan, termasuk Pura Segara Gilimanuk.
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, Kamis (5/2), mengatakan dampak paling signifikan terjadi di Lingkungan Jineng Agung yang berada di sekitar kawasan pelabuhan. Salah satunya adalah robohnya sejumlah bangunan suci di Pura Segara sekitar pukul 16.15 Wita.
“Bangunan yang mengalami kerusakan di antaranya Meru tumpang tiga dan Taksu dengan kondisi rusak berat, serta Pengelurah yang mengalami kerusakan ringan,” ujar Tony.
Ia menambahkan, pengecekan telah dilakukan oleh pihak kecamatan dan kabupaten untuk mendata tingkat kerusakan wewangunan di Pura Segara tersebut. Selain tempat ibadah, angin kencang juga menyebabkan pohon santen tumbang dan menimpa pangkalan ojek di area Pelabuhan Gilimanuk.
Sedikitnya 20 unit sepeda motor dilaporkan rusak akibat tertindih pohon. Kerusakan juga terjadi pada tenda Pos 2 pemeriksaan masuk Bali, rumah payung pedagang kaki lima, serta kanopi Pos Direktorat Polisi Air Polda Bali di kawasan Teluk Gilimanuk. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Tony.
Evakuasi pohon tumbang telah dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Yon C Sat Brimobda Bali, BPBD Jembrana, serta aparat Kelurahan Gilimanuk.
Sementara itu, hujan deras dan angin kencang yang terjadi di Selat Bali juga berdampak pada aktivitas penyeberangan. Komandan Pos AL Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, menjelaskan kondisi cuaca buruk menyebabkan jarak pandang terbatas sehingga penyeberangan sempat ditunda.
“Penundaan dilakukan sekitar 25 menit, mulai pukul 16.00 WITA hingga 16.45 WITA, karena angin kencang dan hujan deras,” ujarnya.
Selain itu, beberapa fasilitas penunjang pelabuhan seperti papan peringatan dan petunjuk arah juga mengalami kerusakan.
Menurut Lettu Yuli, saat ini kondisi cuaca telah membaik dan aktivitas penyeberangan kembali berjalan normal. Penundaan hanya dilakukan sekali selama cuaca ekstrem berlangsung. (Surya Dharma/balipost)










