
NEGARA, BALIPOST.com – Cuaca buruk disertai angin kencang yang melanda perairan Pantai Air Kuning, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, Rabu (4/3) malam, menyebabkan sejumlah perahu nelayan terbalik dan mengalami kerusakan. Meski demikian, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa karena para nelayan berhasil diselamatkan oleh rekan mereka yang berada di sekitar lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, saat dikonfirmasi, Kamis (5/3) mengatakan, BPBD menerima laporan dari masyarakat terkait insiden tersebut dan langsung melakukan kaji cepat di lokasi pada Kamis pagi.
Menurut Artana, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu beberapa nelayan masih berada di perairan sekitar Rambut Siwi untuk melaut. Namun secara tiba-tiba angin kencang datang dan menghantam perahu-perahu yang berada di laut.
“Awalnya sejumlah nelayan masih berada di perairan Rambut Siwi. Tiba-tiba angin bertiup sangat kencang hingga membuat beberapa perahu kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, para nelayan sempat tercebur ke laut. Beruntung, nelayan lain yang berada tidak jauh dari lokasi segera memberikan pertolongan sehingga seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat.
“Syukurnya semua nelayan dapat diselamatkan. Perahu yang terdampak juga sudah berhasil ditarik dan dievakuasi ke darat,” tambahnya.
BPBD Jembrana mencatat sedikitnya lima pemilik perahu mengalami kerugian materiil akibat kerusakan pada sejumlah peralatan melaut. Di antaranya dialami Muhajirin yang kehilangan dan mengalami kerusakan pada tiga unit mesin, satu genset, serta 13 lampu berdaya 300 watt beserta tiangnya. Kerugian juga dialami Mishud berupa satu genset hilang, dua mesin rusak, delapan lampu rusak serta empat gulung tali yang hanyut. Sementara Saiful Bahri dilaporkan kehilangan satu genset dan sembilan lampu, serta mengalami kerusakan pada dua mesin, tiang lampu, gelandangan hingga katir perahu yang patah. Nelayan lainnya, Madolah, mengalami kerusakan pada bagian katir dan bayungan perahu.
Artana menambahkan, petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jembrana masih melakukan pendataan terhadap kemungkinan adanya nelayan lain yang terdampak serta menghitung total kerugian yang ditimbulkan.
“Pendataan masih terus dilakukan di lapangan. Kami juga mengimbau para nelayan agar lebih waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi secara mendadak saat melaut,” ujarnya. (surya dharma/balipost)










