
MANGUPURA, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, menyebabkan sebuah pelinggih taksu di Pura Anyar, kawasan Pura Dalem Solo, roboh pada Kamis (5/3).
Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 WITA, namun kerusakan baru diketahui pada pagi hari sekitar pukul 07.00 Wita saat juru pelihara pura melakukan pengecekan rutin.
Berdasarkan laporan dari Bhabinkamtibmas Desa Sedang, Polsek Abiansemal, Aipda Gusti Putu Eka Artana S.Sos, angin kencang menjadi penyebab utama robohnya pelinggih taksu di pura tersebut.
“Saat dilakukan pengecekan pagi hari, pelinggih taksu sudah dalam kondisi roboh. Juru pelihara pur yakni I Ketut Suena langsung menghubungi kelian pura untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Juru pelihara pura, I Ketut Suena (50), yang merupakan warga Banjar Aseman, Desa Sedang, kemudian melakukan pengecekan lanjutan terhadap bangunan lainnya di area pura. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan kerusakan tambahan yang signifikan.
Meski demikian, kerusakan pada pelinggih taksu menyebabkan kerugian material yang diperkirakan cukup besar. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.
“Kalau kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 Juta,” bebernya.
Pihak pengempon pura selanjutnya akan melakukan penanganan dan perbaikan terhadap pelinggih yang roboh tersebut agar aktivitas keagamaan dapat kembali berjalan normal.
Selain merobohkan pelinggih di kawasan pura, angin kencang juga dilaporkan terjadi pada Kamis siang di sejumlah wilayah di Kabupaten Badung. Beberapa kejadian pohon tumbang bahkan sempat mengganggu aktivitas masyarakat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Badung, I Ketut Murdika, mengatakan angin kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang di sejumlah lokasi. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dari kejadian tersebut.
“Angin kencang yang terjadi mengakibatkan pohon perindang tumbang di Banjar Sayan delodan, Desa Werdi Bhuwana. Pohon tumbang sempat mengganggu akses lalulintas, karena terbentang ditengah jalan,” ucapnya.
Selain itu, ranting pohon beringin juga dilaporkan patah akibat terpaan angin kencang di jaba Pura Sada, Mengwi, Kapal. Ranting yang patah telah ditangani pihak desa, sementara ranting yang tersangkut di bagian atas pohon ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).
“Kalau yang tinggi kita berkoordinasi dengan DLHK karena butuh mobil tangganya,” bebernya.
Ia juga menyebutkan bahwa di Desa Munggu terdapat rumah warga yang mengalami kerusakan pada bagian atap akibat diterjang angin kencang. Meski demikian, tidak ada korban dalam kejadian tersebut. (Parwata/balipost)










