Hujan menyebabkan banjir di wilayah Badung pada Selasa (24/2). (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Badung dan sekitarnya, tidak hanya menimbulkan bencana alam. Cuaca ekstrem yang terjadi sejak Sabtu (21/2) lalu hingga Selasa (24/2), juga menganggu rutinitas masyarakat, terlebih pada proses belajar mengajar di sejumlah sekolah.

Guna memberikan rasa aman, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung bergerak cepat. Melalui imbauan resmi, seluruh satuan pendidikan diminta meningkatkan kewaspadaan dan dapat memberlakukan pembelajaran daring apabila kondisi cuaca dinilai membahayakan keselamatan warga sekolah.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Badung, Rai Twistyanti Raharja, saat dikonfirmasi, Selasa (24/2), membenarkan, beberapa sekolah di sejumlah kecamatan telah mengambil langkah antisipatif. Sekolah memulangkan siswa lebih awal dan melanjutkan proses pembelajaran secara daring dari rumah.

Baca juga:  Oknum Pegawai Disdikpora Dicopot Jelang Diangkat PPPK

Menurut Rai, kebijakan tersebut merupakan respons cepat atas kondisi cuaca ekstrem yang memicu genangan hingga banjir di sejumlah titik. Selain itu, risiko pohon tumbang dan gangguan keselamatan lainnya di lingkungan sekolah juga meningkat dalam beberapa hari terakhir.

“Jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir saat jam pembelajaran, terutama ketika ada kegiatan di luar ruangan, maka aktivitas tersebut harus segera dihentikan. Siswa diarahkan masuk ke ruang kelas atau tempat yang lebih aman. Apabila situasi tidak memungkinkan, sekolah dapat mengalihkan pembelajaran menjadi daring,” jelasnya.

Ia menegaskan, keputusan untuk menerapkan pembelajaran daring sepenuhnya menjadi kewenangan masing-masing satuan pendidikan. Pertimbangan utama tetap pada aspek keselamatan warga sekolah serta kondisi riil di lapangan.

Baca juga:  PDI Perjuangan Bali Konsolidasi Menangkan Ganjar - Mahfud Satu Putaran

“Keputusan pembelajaran daring ini ditetapkan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, serta memperhatikan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.

Rai menambahkan, penerapan pembelajaran daring harus dilakukan secara proporsional dan tidak membebani siswa. Sekolah diminta memastikan keterjangkauan perangkat serta kestabilan jaringan internet agar hak peserta didik memperoleh layanan pendidikan tetap terpenuhi tanpa menimbulkan kesenjangan.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Namun di sisi lain, proses pembelajaran harus tetap berjalan. Karena itu pelaksanaannya harus fleksibel, adaptif, dan tetap memperhatikan kemampuan siswa dalam mengakses pembelajaran daring,” paparnya.

Berdasarkan laporan Disdikpora, sejumlah sekolah di Kecamatan Mengwi hingga Kuta Selatan telah memulangkan siswa sekitar pukul 11.00 WITA, dan melanjutkan belajar dari rumah. Selain itu, sekolah di kawasan Kuta, Seminyak, dan Tuban dilaporkan terdampak genangan dan banjir yang berpotensi mengganggu proses belajar tatap muka.

Baca juga:  Gubernur Koster Ajak ISI Bersinergi Jadi Asisten Pembangunan Bali

Disdikpora Badung juga mengimbau para kepala sekolah untuk terus memantau perkembangan cuaca, berkoordinasi dengan pihak terkait, serta memastikan jalur evakuasi dan sarana prasarana sekolah dalam kondisi aman. Langkah mitigasi dini dinilai penting guna meminimalisir risiko apabila terjadi cuaca ekstrem susulan.

Rai berharap seluruh satuan pendidikan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Pembelajaran daring, tegasnya, diberlakukan secara situasional dengan menyesuaikan perkembangan kondisi cuaca di masing-masing wilayah sekolah. (Parwata/balipost)

BAGIKAN